• HUT BBI

    [Event] BBI Anniversary Project 2015

    Hi BBI-ers,

    tak terasa tanggal 13 April sudah semakin dekat. Tentunya, semua ingat dong, hari apa itu?

    Yak, hari ulang tahun BBI! Buat yang lupa atau malah baru tahu, silahkan setor bakpao dan fanta biru ke Bebi, ya!

    Nah, untuk meramaikan ulang tahun BBI, Div. Event terus berusaha agar bisa memberikan suatu hal yang baru dan menyenangkan. Kali ini, acara yang akan diselenggarakan adalah “Around the Genres in 30 Days” yang sekaligus digabung dengan “Giveaway Hop“, event tahunan BBI

     

    Read more »
  • Baca Opini Bareng 2015

    Tema Baca dan Opini Bareng 2015

    Halo teman-teman BBI-ers!!!

    Tak terasa kita sudah sampai di penghujung 2014 dan kegiatan Baca Bareng kita di tahun 2014 sudah hampir habis.

    Sebelumnya, Divisi Event mohon maaf apabila masih terdapat banyak kekurangan dari kegiatan Baca Bareng di tahun 2014 dan semoga di tahun 2015 dan seterusnya, kegiatan ini akan menjadi lebih baik lagi dan tentunya semakin dinikmati teman-teman member.

    Naaaaah…. sebagai bagian dari harapan tersebut adalah dengan kemasan baru untuk kegiatan Baca Bareng 2015.

    Read more »

Latest in Events

[Event] Baca dan Opini Bareng

Halo, BBI-ers!

Nggak kerasa sekarang sudah hampir akhir bulan Maret. Divisi Event minta maaf karena terlambat memasang linky untuk Baca dan Opini Bareng bulan Maret ini. Sudah menyiapkan post untuk Baca dan Opini Bareng bulan ini?

Kalau mau mengecek tema Baca dan Opini Bareng selama tahun 2015, bisa cek disini.

Bulan Maret ini, tema Opini Bareng adalah “Alur Cerita”.

Bagaimana jenis alur cerita yang kalian sukai? Alur cerita maju, alur cerita mundur, atau alur cerita yang melompat-lompat? Buku-buku apa yang punya alur cerita yang paling kamu sukai? Atau buku apa yang alur ceritanya paling nyebelin?

Buat opini semenarik mungkin dan jangan lupa share kepada pembaca lainnya. Dan juga pastikan kamu memasang banner unyu Opini Bareng pada post kamu.

 

Post bisa dilakukan dari kapan saja, selama bulan Maret 2015. Kalau mau tweet ke Bebi, jangan lupa pakai hashtag #OpBarMarAlurCerita lalu submit pada linky berikut ini:


Selanjutnya, untuk Baca Bareng bulan Maret, temanya adalah Adaptasi.

Buku-buku yang sudah diadaptasi menjadi film ada banyak sekali, misalnya seri Divergent, The Fault in Our Stars, The Maze Runner, The Giver, dan lain-lain. Kamu bisa menulis review untuk salah satu dari buku-buku yang sudah menjadi film. Dan pastikan kamu memakai banner dibawah ini ya!

Untuk tweet ke Bebi, gunakan hashtag #PostBarAdaptasi dan submit pada Linky. Linky akan dibuka pada 31 April.


Kami juga akan mengingatkan tema Opini dan Baca Bareng bulan April 2015.

Opini Bareng untuk bulan depan, kamu bisa menulis tentang Hubungan dengan Pembaca. Apakah kamu pernah merasa terhubung dengan suatu bacaan? Apakah kamu pernah mendapati buku yang pesan moralnya sama sekali bertentangan dengan pendapatmu? Bagaimana menyikapinya?

Baca Bareng untuk bulan April mengangkat tema buku yang sudah diterbitkan yang sebelumnya dipos online (wattpad, blog, forum, dll), misalnya Coup(L)ove Rhein Fathia, Kambing Jantan Raditya Dika, dll., dipos tanggal 30 April 2015.

 

Terima kasih untuk perhatiannya.… Read More

Latest in Close Up Interview

Interview with The Youngest Member of BBI

Halooooo!!! Kembali lagi bersama Bebi yang ‘kepo’. Jadi, ya… pernah nggak sih kalian denger yang beginian ‘Just like Seasons, People Change.’ Lalu, apa hubungannya?

Bebi cuma mau menginformasikan ‘adanya perbedaan’ dari bagian-bagian CUI bulan ini. CUI bulan ini akan dibedakan menjadi 2  sesi pertanyaan:

  1. Question < Answer
  2. Preference

(Btw, kalo quote sama informasi yang Bebi beritahu tidak nyambung-nyambung banget, maklum la yah… wkwk :P)

Member baru yang terpilih untuk di’wawancarai’ bulan maret ini adalah member ter-MUDA di BBI, Fikriah Azhari, Blogger muda yang mengelola Dreams Come True.

Udah mulai kepo? Mari kita mulai CUI-nya!

Seperti biasa,

Warna hitam untuk pertanyaan Bebi
Warna biru untuk jawaban Fikriah,
Warna pink untuk komentar-komentar Bebi (yang wajib di baca!>,<)

 

1. Question < Answer

Q: Hai Fikriah! Pertama-tama, kenalin dulu dong diri kamu ke Bebi dan keluarga BBI!
A: Halo semua! Halo juga Bebi! Kenalin, aku Fikriah, tapi sama temen sering dipanggil Kiki atau Kicom, kalau buat Bebi manggil Fikriah aja ya?. Gini beb*duh aku manggil Beb aja ya? biar makin romantis gitu >,< Aku ini anak perempuan kelahiran 15 November 2001, sekarang masih berstatus pelajar SMP yang sering dikejar-kejar sama tugas, nggak tahu juga kenapa tugasnya ngejar aku, apa mereka nge-fans sama aku ya Beb? Btw Beb, Nama blog ku (dulu) itu “Book Addict! ” Tapi sekarang ganti nama jadi “Dreams Come True” 
(Wah!! Kamu masih SMP ya? Iya deh, mungkin aja kamu unyu banget, tapi kamu masih kalah kok sama ‘keunyuan’ Bebi. Maaf ya .)

 

Q: Kalau boleh tahu, Fikriah domisilinya di mana sih? Terus kamu anak keberapa dari berapa bersaudara?
A: Diriku berdomisili di Makassar, Sulawesi Selatan:D *ada yang dari Makassar juga nggak disini?*. Aku anak sulung dari dua bersaudara Beb;)
Q: Btw, ada yang jual Bakpao nggak di Makassar? Kalau ada boleh dong Bebi minta nomor HP nya… #salahfokus xD
A: Ada nggak ya?Read More

Latest in Book Thoughts

[The 100 best novels] #50 – Mrs Dalloway by Virginia Woolf (1925)

In the spring of 1924, Virginia Woolf, then in her 40s, gave a famous lecture, later published as the essay Mr Bennett and Mrs Brown, in which she declared that “we are trembling on the verge of one of the great ages of English literature”. She might have been speaking about herself. In the next 15-odd years, before her suicide, Woolf would transform the English literary landscape forever. She would innovate (To the Lighthouse); she would flirt (Orlando); she would provoke (A Room of One’s Own) and, privately, would dazzle herself and her friends with a stream of letters (and diaries), all of which reveal a writer’s mind at full tilt.

Woolf is one of the giants of this series, and Mrs Dalloway, her fourth novel, is one of her greatest achievements, a book whose afterlife continues to inspire new generations of writers and readers. Like Ulysses (no 46 in this series), it takes place in the course of a single day, probably 13 June 1923. Unlike Joyce’s masterpiece, Woolf’s female protagonist is an upper-class English woman living in Westminster who is planning a party for her husband, a mid-level Tory politician.

As Clarissa Dalloway’s day unfolds, in and around Mayfair, we discover that not only is she being treated in Harley Street for severe depression, a familiar subject to Woolf, but she also conceals a troubled past replete with unarticulated love and suggestions of lesbianism. Equally troubled is the novel’s second main character, explicitly a “double”, a Great War veteran who fought in France “to save an England which consisted almost entirely of Shakespeare’s plays”. Septimus Warren Smith is suffering from shell shock and is on his way to a consultation with Clarissa’s psychiatrist. Mingled with the preparations for the party, the stream-of-consciousness exploration of Mrs Dalloway’s inner state is broken by an irruption of senseless violence when Septimus, who is waiting to be taken to an asylum, throws himself out of a window.… Read More