[Review] Shit Happens: Gue yang Ogah Kawin, Kok Lo yang Rese?! – Christian Simamora & Windy Ariestanty

Judul Buku: Shit Happens: Gue yang Ogah Kawin, Kok Lo yang Rese?!
Penulis: Christian Simamora & Windy Ariestanty
Penerbit:GagasMedia
Tebal: 310 halaman
Genre: Romance, Humor
Novel Indonesia

 Sinopsis :
Shit does happen in their life. But, still, life must goes on….Lula, Sebastian, dan Langit. Tiga orang lajang yang hidup di kota besar bernama Jakarta dengan profesi berbeda. Jurnalis, penulis, dan editor. Love their life much, so damn proud of themselves, boast their freedom of life as an individual.

‘till one question ruins their [un]perfect life.

Lula : I have a good job, I’m pretty, and, believe me, I’m not an airhead Paris-Hilton-like girl. I’m all what men need. Tapi, kenapa nggak ada cincin di jari manis gue?

Sebastian : Mangoli (nikah)… cuma itu yang ada di pikiran Mama akhir-akhir ini. Katanya, menikah itu sumber kebahagiaan. Talk to yourself, Mom. Your marriage isn’t a picture of a happy life. Kenapa sih terus-terusan maksa aku nyari calon parumaen (menantu) dan menikah secepatnya?

Langit : We were a perfect couple. ‘till, I found his affair. Then, he left me. He chose his latest partner, not me. This is my question. WHY ?

So, this is not a story about perfect life. They just try HARD to make it perfect.

***

***



     “Memaafkan hanya persoalan waktu ya, Lex?,” — Langit ( hal 269)

    “Ternyata Ikhlas itu nggak sekedar memahami.” — hal 274

    “Memaafkan ternyata bisa menghancurkan racun-racun kenangan dari pikiran gue” — hal 275




Semacam Novel ini menceritakan tentang tiga sahabat Lula, Langit dan Sebastian. Tiga sahabat yang mempunyai tiga karakter yang berbeda ini di prolog menceritakan tentang 'adu mulut' nama 'Ilalang' yang akan diberikan Langit kalau dia punya anak nanti. Tapi malah dikatain Lula kalau Ilalang = Jembut dengan segala persamaannya. Dan membuat percakapan itu semakin panas antara Ilalang vs Jembut. 
Well, akhirnya mereka tetap mencari nama-nama yang bisa untuk laki dan perempuan tapi ujung-ujungnya tetap beralih ke Ilalang vs Jembut.
Lula diceritakan disini adalah yang paling cewek banget. Dia punya segala sesuatu yang dibutuhkan Pria. Namun, sampai saat ini belum nikah juga. Karena memang dia belum mau nikah dulu dengan segala tetek bengeknya. Suatu saat dia dikejar deadline harus menghadiri pernikahan mantannya. Si Rachmat dan calon isterinya Pecunita Yuanita. Dari mulai lovehappens.com sampai berujung pada friendster dia jabanin untuk mendapat partner hanya untuk pergi ke acara pernikahan mantannya itu.
Syiaaatt, adalah Dudi yang datang sebagai pangerannya menolongnya sebagai tambatan hatinya *caelah*. Sampai pesta tiba dan dengan bangga menggandeng Dudi. Setelah selesai pesta... ternyata semuanya tidak selancar yang diperkirakannya.
Bagaimana jika Dudi mulai membicarakan pernikahan? Mengatur kehidupannya setelah menikah nanti? Dan menginginkan anak SEPULUH??? Oh! Shitt!!!
Lain halnya dengan Sebastian, satu-satunya cowok diantara tiga serangkai ini, ditodong oleh mamanya untuk segera menikah. Tapi Gimana sih mama ini?? dia baru menertawakan temannya yang akan menikah. Cowok itu kalau sudah menikah artinya dia sudah kalah! Itu prinsipnya.
Tapi sesuatu membuat hidupnya risi ketika Lula menyebut dirinya "Gay". Penasaran, dia coba mengecek kejantanannya. Tidak perlu dengan "melakukan sex dengan wanita kan" untuk menentukan dia gay atau nggak. Akhirnya dia memutuskan untuk mencobanya lewat sebuah situs online dan... hasilnya dia... 72% Gay gara-gara lelaki dengan celana dalam hitam yang seksi dan perempuan dengan underwear shocking purple yang norak abis.
Menyadari ternyata dirinya mulai "sakit Gay" akhirnya, dia mencari cara untuk agar "sakit Gay"-nya ini tidak berkembang biak.
Adalah Agnes seorang gadis yang konon menyukainya sewaktu SMA dimanfaatkannya untuk obat penawar sakit gay-nya itu. Awalnya mulus, namun seseorang bernama Steve muncul. Membuat semuanya sia-sia. Membuat dia lebih terjerumus dalam 'penyakitnya' itu. Sehingga dia memutuskan Agnes hanya untuk Steve. Namun bagaimana jika Steve tidak sesetia yang diperkirakannya? Bagaimana jika Sebastian mengaku bahwa dia Gay? Bagaimana jika dia diasingkan dari keluarganya? Oh!! Double Shitt!!
Satu lagi, adalah Langit. Langit adalah yang jenis kelaminya tidak jelas diantara mereka bertiga. Apalagi sewaktu buat KTP dia malah mencoret jenis kelaminnya dan mengisinya dengan bulat. gue belum menentukan jenis kelamin gue. Begitulah katanya. Dia juga yang dengan tegas mengatakan dia tidak menikah bahkan kepada keluarganya.
Suatu ketika dia menerima undangan di e-mail-nya. Undangan yang pernikahan dari mantannya Dean. Dean akan menikah. Sebenarnya, dia juga trauma dengan kisah masa lalunya dengan Dean yang lebih memilih laki-laki dibanding dirinya. Wait, sebelumnya... Langit ini perempuannya. Yap, mantannya itu Gay. Dan akan menikah dengan laki-laki juga haduuuh. Langit sangat kaget juga pas Sebastian mengakui kalau dia juga "Gay". Tentu saja dia teringat kembali akan kisah itu. Kisah masa lalunya dengan Dean.
Adalah Alex, sahabat Dean yang ada di samping Langit saat Dean memutuskan untuk lebih memilih June dibandingkan Langit. Dialah yang menyuruh Langit untuk tetap mempertahankan Dean. Dan dia juga yang kini berada di samping Langit saat menghadiri pernikahan June dan Dean. Malam itu dia sadar akhirnya betapa hot-nya Alex itu. Dan ditambah lagi... Alex mulai jago nge-speak.
Jadi? Akankah Langit menentukan pilihan gender-nya?? Jika dia belum bisa melupakan kenangan masa lalunya? Oh!! Triple Shitt! :p

***

Pertama-tama... mau berterima kasih dulu, karena buku ini saya akhirnya nemu ayat Alkitab yang saya cari-cari tentang Gay. Soalnya waktu ada topik Obama sudah menghalalkan pernikahan sesama jenis di amrik ada yang bilang katanya ajaran Kristen begituand well, yeaaah... Roma 1:27 ternyata yang menentang perkawinan sesama jenis. So, Alkitab juga melarang!
Oke kita tinggalkan tentang SARA dan O'ot ini.
Disini banyak buka-bukaan tentang sex. Apalagi 3 sahabat ini pembicaraannya memang sekitar situ-situ.
Kalau mereka bertemu pasti bahasnya kebanyakan tentang gituan haduh.
Ada part yang bikin saya ngakak XD. hahahaha.
Tapi ceritanya kok gantung yah ._. Lula sama Sebastiannya nggak jelas. Yang agak jelas cuma Langit.  Hawwwhh... Jadi suka deh sama cowok semacam Alex, sweet gitu deh. Dia yang akhirnya bisa membuat Langit menentukan pilihan gender-ny.


3/5 stars

All You Can Eat? No, Thanks…

All You Can Eat by Christian Simamora My rating: 1 of 5 stars Udah lama banget ya saya nggak ngisi blog ini. Astaghfirullah... Maafkan sayaah.... *sungkem ke semuanya* Penyakit angot-angotan saya lagi kambuh... Mungkin karena saya tidak siap menerima kenyataan kalau sekarang sudah 2014 (udah bulan keempat, woy!). Atau mungkin karena rencana-rencana dan kejadian-kejadian yang menimpa saya di

All You Can Eat by Christian Simamora

Judul: All You Can Eat
Penulis: Christian Simamora
Editor: Alit Tisna Palupi
Proofreader: Mita M. Supardi
Penata letak: Gita Ramayudha
Desainer sampul: Jeffri Fernando
Ilustrasi isi dan paper doll: Levina Lesmana
Diterbitkan oleh Gagasmedia
Cetakan pertama, 2013
Jumlah halaman: xii + 460 hlm; 13 x 19 cm
ISBN: 979-780-643-x
Genre: Novel dewasa, drama, romance, chicklit, Indonesian Literature, Contemporary Romance
Status: punya, beli seken dari seseorang, dengan cap: BUKU INI TIDAK DIJUAL. PERSEMBAHAN PENERBIT


'CINTA KOK BIKIN SEDIH?'
Dear pembaca,
Berbeda dengan penulis lain di luar sana, aku akan berterus terang mengenai akhir novel ini: bahagia. Tapi kumohon, jangan desak aku untuk menceritakan awal ceritanya. Juga tentang siapa Sarah, siapa Jandro, dan apa yang menghubungkan mereka berdua.

Aku juga tak akan melebih-lebihkan penjelasanku mengenai novel kesepuluhku ini. 'All You Can Eat' memang bukan cerita yang orisinal. Jadi, jangan terkejut saat mendapati ceritanya mengingatkanmu pada curhatan seorang teman atau malah pengalaman hidupmu sendiri. Ini tentang seseorang yang istimewa di hati. Yang tak bisa kamu lupakan, juga tak bisa kamu miliki.

Jadi, apa keputusanmu? Kalau setelah penjelasan tadi kamu masih ingin membaca novel ini, tak ada lagi yang bisa aku katakan kecuali: selamat menikmati.

Dan selamat jatuh cinta.
Christian Simamora

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Bunda tergoda baca ini karena terpengaruh oleh beberapa review bagus mengenai buku ini yang melintas di mata ketika blogwalking. Ditambah kavernya yang oh-so-cute, karena simpel, bikin penasaran buat baca.

Kakak Ilman dan Adik Zidan,
suatu saat nanti, ketika kalian mulai mengenal yang disebut "cinta pertama", kalian akan tahu, bahwa itu akan sulit dilupakan seumur hidup kalian. Dari apa yang Bunda alami, cinta pertama bukanlah cinta monyet yang sekadar naksir-naksiran karena si target lucu, cakep, pinter, de el es be. Cinta pertama itu jelas sulit dilupakan, karena saat itulah pertama kalinya kita mulai resah, gelisah, galau gara-gara seseorang. Bikin nggak enak makan, tidur karena resah.

Cinta pertama itu selalu bikin bertanya-tanya: dia lagi apa sekarang? Dia di mana sekarang? Sama siapa? Apa dia baik-baik aja? Dan seterusnya.

Cinta pertama Bunda termasuk absurd, karena Bunda dulu naksir Takuya Kimura. Kenapa absurd? Karena dia cuma bisa Bunda lihat di layar TV, lewat dorama Asunaro Hakusho (Ordinary People) di stasiun tv bernama Indosiar. Iya, Takuya Kimura itu aktor, pemain dorama asal Jepang. Dan yes, dia cinta pertama Bunda.

Kok, nggak nemu cinta pertama yang wajar aja, sih, Bun? Temen sekolah, kek. Kakak kelas, kek. Adik kelas, kek.

Too bad.

Cuma Kimutaku yang bener-bener bikin Bunda degdegan pertama kalinya nunggu dia muncul. Dramanya cuma seminggu sekali tayang. Cuma Kimutaku yang pertama kalinya bikin Bunda resah. Kalo doramanya abis, nanti Bunda bisa lihat dia di mana lagi? Cuma Kimutaku yang bikin Bunda lost focus saat nonton drama, sampe nggak ngerti, sebenernya ini drama lagi ceritain apa, sih?

Kenapa?

Karena, Bunda sibuk memandangi Kimutaku. Rasa kangen terpuaskan setiap ketemu di layar kaca. Begitu drama kelar, langsung rindu lagi. Ga sabar nunggu minggu depan. Dan kalo mau ketemu Kimutaku, Bunda mandi dulu. Pake cologne biar wangi. Rambut disisir rapi, pake baju pergi. Biar kerasa banget, tampil spesial saat "ketemu" Kimutaku.

Gimana? Absurd, kan? Hihihi...

Terus, Bunda kapan jatuh cinta beneran sama orang yang bukan cuma bisa ditemui lewat tv?

Kayaknya pas Bunda udah kuliah, deh. Dan itu pun ke papa. Meski sebelumnya Bunda udah punya pacar, tapi sewaktu pacaran sama mantan, Bunda nggak bisa bilang itu real cinta pertama Bunda. Karena Bunda nggak ngerasain deg-degan, kangen atau perasaan apa pun yang dirasain ke pacar. Biasa aja. Cenderung terlalu lurus. Tau-tau diajak jadian. Terus tau-tau putus :D

Nah, pengalaman jatuh cinta pertama kalinya yang dialami Jandro Vimana adalah pada Sarah Kristina, sahabat kakaknya sendiri, Anye Vimana. Sewaktu Jandro yang katanya oh-so-nerd itu, pas SMP -- iya, masih SMP pake seragam putih biru -- nembak Sarah yang udah termasuk dewasa, langsung ditolak karena Jandro masih SMP.

Jelas lah, Jandro patah hati banget. Karena, Jandro nggak cuma tertarik pada fisik Sarah, melainkan menyukai Sarah secara utuh. Keseluruhan.

Setelah bertahun-tahun kemudian, terjadi pertemuan tak terduga antara Sarah dan Jandro lagi. Saat itu, Sarah sedang melarikan diri menyepi di Ubud, di vila milik keluarga Anye dan Jandro, sementara Jandro pun melarikan diri menenangkan diri ke vila milik keluarganya (iya, di tempat yang sama mereka ketemu) karena pacarnya yang sudah punya tunangan itu memilih tunangannya daripada memilihnya.

Terus terang, Bunda nggak suka dengan sikap Sarah yang berkali-kali merendahkan Jandro. Sikap Sarah ini selalu berhasil membuat emosi Bunda naik turun. Tapi kadang, sikap Jandro yang kadang berubah-ubah ini juga bikin gemes.

Christian Simamora berhasil bikin cerita dengan POV orang ketiga yang berubah-ubah secara mulus menurut Bunda. Bunda serasa nonton FTV, sih, pas baca ini. Cuma sayangnya, nggak bisa bikin Bunda jatuh cinta, meski penggambaran secara fisik begitu gamblang.

Tapi sialnya, begini.   
<
Di kantor Bunda, ada junior yang emang badannya atletis gitu. Selama ini, seumur-umur, Bunda tuh ga pernah mantengin badan cowok. Ga pernah tergoda sama yang namanya badan ala Ade Rai. Nah, pas kemaren, efek baca deskripsi mendetail bodi Jandro, mata Bunda pas ngeliat si om satu ini lagi pake kemeja ngepas badan. Yah, sebenernya, biasanya juga dia pake apa aja juga bodinya keliatan gimana gitu. Tapi, entah kenapa, cara Bunda ngeliat kemaren beda banget. Padahal kemeja itu sering dia pake. Mata Bunda sempet ke-lock ke dia dan euh! Tenaaaang... Ga sampe jadi horny, kok. Cuma sebel aja. Jadi sempet merhatiin bodi temen kantor Bunda itu. huh!
>

Nah, usai berhasil bikin emosi naik turun, endingnya sesuai janji penulis, kok. Happy. Meski menyebalkan sekali.

Sebetulnya, Bunda sempat kecewa dengan imajinasi Bunda sendiri. Jadi gini. Pas ngobrol di Spank Club, tante Desty bilang, kalo AYCE itu dari awal sampe akhir bikin kipas-kipas. Tentu, Bunda membayangkan kalo yang namanya kipas-kipas itu ya semacam buku yang bikin semua kipas Bunda rontok. Kenyataannya, buku ini emang bikin kipas-kipas karena Bunda kesel setengah mati sama Sarah. Juga Jandro.

Emang kenapa kalo Jandro jauh lebih muda? Papa kalian juga lebih muda dari Bunda, kok. *sempet ngerasa bete karena berasa dihina si Sarah ini*

Dan meski penuturannya mengalir, lancar dan enakeun, Bunda keganggu dengan kata-kata "puh-lizz", "ah-mazing", "oh-so-called", dst. Agak-agak gimana gitu. Tapi karena ini buku pertama Christian Simamora yang Bunda baca, jadi Bunda nggak tahu apakah ini memang style penulis seperti itu apa gimana.

Tiga bintang cukup untuk mengapresiasi All You Can Eat ini... 


Sedikit mengenai Christian Simamora:   
<


Christian Simamora started as a teenlit (teenage literature) writer, but didn't forget his forever love on romance genre.
His published works: Jangan Bilang Siapa-siapa (2006), Boylicious (2006), Kissing Me Softly (2006, under pseudonym Ino Crystal), Macarin Anjing (2007), and Coklat Stroberi (2007). His sixth novel, a collaboration with his former editor Windy Ariestanty, SHIT HAPPENS: Gue yang Ogah Nikah, Kok Lo yang Rese?! won Best Local Book 2007 from Free! Magazine.

On 2010, he started a series for adult readers: JBoyfriend. The male characters's name of each books would be start with letter J.

The first book: PILLOW TALK was named as 'Book of the Year (2010)' by the publisher, GagasMedia. GOOD FIGHT, the second installment, was already released on March 2012. The third, WITH YOU, is a Gagas Duet book, written together with fellow author, Orizuka.

Next, ALL YOU CAN EAT was already released on June 2013.

GUILTY PLEASURE, the latest installment, was already finished and will be released soon.

Meanwhile, he's working on his next work. Or book shopping. Or simply just get lazy in his home. Ah, life. :)
>


Cheers! Love you both,

Gagas Duet: With You (Secret Santa 2013)

Judul: With You (Gagas Duet)
Penulis: Christian Simamora & Orizuka
Penyunting: Alit Tisna Palupi
Penerbit: Gagas Media
Tahun: 2012
Hlm: 298
ISBN: 9789797805739
Harga: Hadiah dari Secret Santa
Sinopsis:
WITH YOU:   
365 hari dalam setahun,
24 jam dalam sehari.

Di antara semua waktu yang kita punya,
kau sengaja memilih hari itu.

keluar dari mimpi indah,
lalu hadir dalam hidupku...

sebagai cinta yang selama ini aku tunggu.

WITH YOU adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis GagasMedia: Christian Simamora dan Orizuka. Keduanya mempersembahkan dua cerita cinta yang menemukan takdirnya dalam satu hari saja.


REVIEW

Cindy Tan dan Jeremiah Fransiskus. Cindy dan Jere, keduanya adalah seorang fotomodel. Percakapan mereka dimulai ketika photoshoot selesai dan Jere ngajakin ngopi. Interaksi mereka saat itu awkward, Cindy yang seorang fotomodel papan atas membalas ketus ajakan Jere yang menurutnya nobody di dunia fotomodel, tapi Jere biarpun masih nobody dengan tegas menyatakan dirinya tidak ingin direndahkan. First impression yang sangat berkesan menurut Cindy, belum lagi body hawt-nya, beautiful face-nya, dan sikap gentlemen-nya yang makin bikin Cindy klepek-klepek.

Lyla dan Juna, sudah lama berpacaran. Empat tahun yang mereka lewati bersama berakhir begitu saja ketika Juna meminta putus dan Lyla menjawab cukup satu kata, "Oke". Lalu ketika Lyla sudah memutuskan akan move on dengan berlibur seorang diri ke Karimunjawa, mereka bertemu kembali...

Sudah sejak pertama kali terbit buku ini langsung masuk ke daftar wishlist saya tapi urung saya beli dengan alasan, nggak rela kalo satu buku dikeroyok dua penulis favorit saya. Rasanya pasti nggak puas. Harusnya mereka berdua menerbitkan masing-masing satu buku utuh dong, huh! Dan ketika SS saya menghadiahkan buku ini ternyata ya tetep seneng dong (yaiyalah gratis) hehe.

Kedua cerita sukses membawa ciri khas masing-masing penulisnya. Favorit saya Cinderella Rockefella yang menurut saya dikisahkan dengan sangat fun dan intense, wajar aja karena tema yang dibawakan adalah awal permulaan kisah cinta dimana ada mutual attraction yang bikin berdebar-debar . Sedangkan Sunrise membawa pesona tersendiri, semacam rasa sendu mengenang apa yang dulu pernah ada dan terjadi tapi sekarang bukan milik kita lagi. Nggak kalah menarik dari Cinderella Rockefella apalagi muncul tanda-tanda CLBK diantara mereka berdua.

Setelah baca kedua kisah diatas dalam keroyokan Gagas Duet ada rasa nggak puas yang muncul di dada. Harusnya ini masih bisa lebih dikembangin lagiiii... hah, kekecewaan yang sama yang muncul ketika saya baca cerpen dan novella macam gini. Semoga ada rencana untuk mengembangkan kisah Cindy-Jere dan Lyla-Juna.



So, who is my Secret Santa?



Sebelumnya saya ingin mohon maaf atas keterlambatan posting review ini. Walau cuma terlambat sehari, tapi tetap saja terlambat. Maaf ya Santa ku, internet kos mati 4 hari terakhir ini dan teknisinya ditunggu juga nggak datang-datang sampai hari ini, jadi ini saya ngebut di warnet terdekat.

Saya sudah bisa menebak siapa Santa dalam dua hari. Cluenya jelas, mulai dari sticker biru kecil Par Avion Air di sudut kanan atas halaman depan dan amplop bertema postcard yang diselipkan ini aku menebak SS adalah teman BBI saya yang juga ikutan postcrossing. 

Tapi.. siapa? BBI yang ikutan postcrossing lumayan banyak juga juga lho..







Clue selanjutnya saya cari dari isi surat dari Santa yang bisa dibaca disini. Santa rupanya sempat 'nyaris' berjumpa dengan saya tapi nggak jadi. Dari situ saya menyempitkan tersangka menjadi 2 orang, pertama Maya @ Penimbun Buku dan satunya lagi, ugh aku lupa. Sempat ada BBI jabo yang kapan itu sedang ada dinas ke Jogja tapi rupanya nggak satupun dari BBI Jogja yang bisa ketemu. Karena lupa satunya siapa itulah saya sempat ragu tapi kumantapkan tebakanku pada Maya Floria!!

Kenapa Maya? Karena dalam suratnya, Maya menulis bahwa buku ini sudah agak susah dicari dan tinggal satu-satunya di kotanya. Berarti kotanya, mungkin jauh dan susah distribusi bukunya yang semakin menguatkan fakta bahwa Maya tinggal di Kalimantan. Apalagi Maya dulu pernah ngirim postcard ke saya. Maya, benar kan kamu Santa ku? Ayo ngaku! Hihi.. aku mau ngucapin banyak terima kasih sudah memperkenalkan aku pada Cindy dan Jere di With You ini ^^

Pillow Talk : Setiap Hati Punya Rahasia

Kami ‘bersahabat’ sejak kecil. Tepatnya, kalau ada kata lain untuk menggambarkan sesuatu yang melampaui ‘sahabat’, maka kata itulah kami. Berbagi cerita, berbagi rahasia. Bahkan, tanpa disadari, kami pun membagi cinta. Tapi, apakah kau tahu, rasanya saling mencintai namun bertahan untuk tidak saling memiliki? Percayalah, ini lebih buruk dari sekadar patah hati. Ini bukan kisah cinta … … Baca lebih lanjut

Books "ALL YOU CAN EAT"

KADOUNTUKBLOGGER #7
Judul Asli : ALL YOU CAN EAT
Penulis : Christian Simamora
Penerbit GagasMedia
Editor : Alit Trisna Palupi
Proofreader : Mita M. Supardi
Penata Letak : Gita Ramayudha
Desain Sampul : Jeffri Fernando
Ilustrasi Isi & Paper Doll : Levina Lesmana
Cetakan I : 2013 ; 460 hlm ; ISBN 979-780-643-x
Rate : 4 of 5

Nah, ini salah satu buku rekomendasi dari kang Ijul yang dengan ‘ruda-paksa’ ku-mintai bantuan saat harus memilih 10 buku pilihan dari penerbit GagasMedia yang notabene daftarnya membuatku ‘melotot’ saat menyadari pilihannya mayoritas novel romance karya asli .... (not my favorite subject of reading). So, ketika kutanya apa ‘keistimewaan’ novel ini ? Jawabannya : buku ini penuh dengan ‘ungkapan indah’ berupa kalimat maki-makian yang bikin heboh ... tanpa berpikir panjang, masuklah buku ini dalam daftar permintaanku, at least jika harus bertahan dengan kisah romansa yang mendayu-dayu bikin terharu hingga membiru (akibat tahan nafas saking bosannya) maka harus ada minimal 1 bacaan yang bisa membuat mataku terbuka dan syukur-syukur bikin tertawa (^_^)


Mulai dari halaman pertama, sudah ada daya tarik tersendiri, karena ada bonus lembaran Paper Doll yang sengaja di-desain khusus bagi kisah ini ...waduh langsung deh terkenang masa kecil, karena bukan termasuk keluarga kaya, maka alih-alih bermain boneka ala barbie, maka mainanku berupa setumpuk ‘Paper-Doll’ yang bisa diganti-ganti pakaian serta atributnya dengan tema bervariasi. Belinya di tukang pikul mainan yang jalan keliling (biasanya suka mondok di depan sekolah, kecuali pas ada razia pedagang kali-lima). Makanya persembahan ini bikin hati sedikit terenyuh sekaligus happy at the same-time. Lain kali boleh dikasih beberapa lembar desain bajunya ya kaka Christian (^_^) supaya Sarah dan Jandro punya banyak pilihan untuk bepergian ...

Kemudian lanjut pada halaman berikutnya, jujur ini salah satu buku yang semua halamannya kubaca sampai tuntas (termasuk halaman persembahan dan ucapan terima kasih), dari sini meski baru pertama kali membaca karya sang penulis, dapat kuraba bahwa sosoknya sangat ‘unique’ dan ‘bebas’ dalam berekspresi, karena setiap untaian kalimat (meski sangat konyol dan ampun-deh-bahasanya) menunjukkan perhatian dan detil pada masing-masing pihak. Bukan hanya pada sosok manusia yang dikenal secara nyata, bahkan karakter dalam kisah ini bisa ‘hidup’ karena ‘perhatian’ yang ada di setiap sudut kisahnya, penggambaran ekspresi, latar belakang hingga adegan serta dialog yang acapkali tidak-jelas ujung-pangkalnya, semuanya dirangkai dalam satu kesatuan yang meninggalkan kesan ‘tak terlupakan’ selesai membaca kisah ini (termasuk segala jenis makian dan umpatan yang muncul di sana-sini).

Satu hal yang  sangat menyentak, sinopsis atau lebih tepatnya pengantar yang terletak di sampul belakang, penulis memberikan ‘petunjuk’ yang benar-benar jujur akan isi kisah ini, tanpa melebih-lebihkan ala teknik marketing penjual kecap no. 1 ... dan reaksiku setelah membaca kisahnya ini, anehnya tepat sesuai dengan apa yang tertulis, ucapan agar Menikmati dan Selamat Jatuh Cinta, that’s what I feel after finished. Mengutip tulisan beliau : “Dear pembaca, berbeda dengan penulis lain di luar sana, aku akan berterus terang mengenai akhir kisah novel ini : Bahagia. ‘All You Can Eat’ memang bukan cerita yang orisinal. Jadi jangan terkejut saat mendapati ceritanya mengingatkanmu pada curhatan seorang teman atau malah pengalaman hidupmu sendiri. Ini tentang seseorang yang istimewa di hati. Yang tidak bisa kamu lupakan, juga tak bisa kamu miliki. Jadi, apa keputusanmu / Kalau setelah penjelasan tadi kamu masih ingin membaca novel ini, tak ada yang lagi bisa aku katakan kecuali : selamat menikmati. Dan selamat jatuh cinta.”

Karena itu, kali ini diriku tidak akan ‘membocorkan’ apa isi kisah ini, secara keseluruhan bisa dikatakan tipikal romansa antara dua insan, pria dan wanita, yang mengalami konflik pribadi serta problematika seputar perbedaan usia, latar belakang hingga jalinan persahabatan serta hubungan kekeluargaan yang dikhawatirkan ‘rusak’ jika menerobos ‘lampu-merah’ hubungan yang lebih dalam. Setiap karakter memiliki keunikan tersendiri yang justru karena ketidak-sempurnaan dan kelemahan masing-masing, maka jalinan yang absurb, unik dan mampu membuat kita tersenyum, meringis, meneteskan air mata, ikut serta memaki-maki hingga tertawa terbahak-bahak, bahkan turut ‘mabuk’ (bukan minuman keras) akan gejolak serta gairah kehidupan yang sangat nyata, dan bisa saja pernah / akan kau alami sendiri. The best of all, meski kisah ini bisa dikatakan ‘so tipical’ namun penulis memberikan ‘nafas’ tersendiri yang membuatnya unik dan berbeda. It’s about finding and express your-self among what’s call typical. Being different is great and that’s how God’s create human, one by one, not by stereotype-machine (^_^) ... Love it !!!

WARNING : This book even as good as I recommended to all readers, I suggest it only for Adult Reader because it content. No children allowed to read it, and for teenagers, it might consider PG (parental guidance) or at least supervise.

Tentang Penulis :
[ source ]
Christian Simamora. Pengagum Meg Cabot, Julie James, Johanna Lindsey, and Candace Bushnell. Suka makanan manis. Gampang bosan. Maniak game gratisan dan apa pu yang berkilauan. Kalu lagi nyalain iPod, menyerahlah, dia nggak bisa mendengar sepatah kata pun yang keluar dari mulutmu. Paling ngak suka tersesat karena bawaannya panik dan pengen marah-marah. Rajin nge-tweet dengan hashtag #unyu.

Novel-novel Christian Simamora yang telah terbit semenjak tahun 2005 hingga 2013 : ‘Jangan Bilang Siapa-Siapa’ ; ‘Boylicious’ ; ‘Kissing Me Softly’ ; ‘Macarin Anjing’ ; ‘Coklat Stroberi’ ; ‘Shit Happens’ ; ‘Pillow Talk’ ; ‘Good Fight’ dan ‘With You’. ‘All You Can Eat’ adalah novelnya yang ke-10.

Mau kontak langsung sang penulis, silahkan berkunjung di Fanpage : www.facebook.com/ChristianSimamoraAuthor| via e-mail di : ino_innocent@yahoo.com| mention via twitter di : @09061983 

Best Regards,
* Hobby Buku * 

All You Can Eat by Christian Simamora

4 stars
Judul: All You Can Eat
Penulis: Christian Simamora
Genre: Romance
Penerbit: GagasMedia
Sinopsis:

‘CINTA KOK BIKIN SEDIH?’


Dear pembaca,

Berbeda dengan penulis lain di luar sana, aku akan berterus terang mengenai akhir novel ini: bahagia. Tapi, kumohon, jangan desak aku untuk menceritakan awal ceritanya. Juga tentang siapa Sarah, siapa Jandro, dan apa yang menghubungkan mereka berdua.

Aku juga tak akan melebih-lebihkan penjelasanku mengenai novel kesepuluhku ini. ‘All You Can Eat’ memang bukan cerita yang orisinal. Jadi, jangan terkejut saat mendapati ceritanya mengingatkanmu pada curhatan seorang teman atau malah pengalaman hidupmu sendiri. Ini tentang seseorang yang istimewa di hati. Yang tak bisa kamu lupakan, juga tak bisa kamu miliki.

Jadi, apa keputusanmu?
Kalau setelah penjelasan tadi kamu masih ingin membaca novel ini, tak ada yang lagi bisa aku katakan kecuali: selamat menikmati.

Dan selamat jatuh cinta.



CHRISTIAN SIMAMORA

Baca selengkapnya »

All You Can Eat by Christian Simamora

Judul: All You Can Eat
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: GagasMedia
Cetakan: I, 2013
Tebal: xii + 460 hlm
ISBN: 979780643X
Harga: Rp. 60.000,-
Rating: 4,5/5

-------------------------------------------------------oOo-------------------------------------------------------

Sebagai pembaca yang mengaku penggemar berat tulisan Christian Simamora, saya malu banget mengakui bahwa saya telat tahu novel ini sudah terbit. Seminggu setelah novel ini terbit barulah saya ngeh, setelah melihat twitpic temen-temen yang sudah PO duluan. Saking kepingin banget segera memiliki buku ini, saya mengurungkan niat untuk beli online (dengan keuntungan memperoleh tanda tangan penulis), dan justru membelinya di Gramedia. Hhh, efek novel ini luar biasa bagi saya. Dalam setengah tahun ini, jarang sekali saya membaca novel yang membuat saya menggelepar bahagia. All You Can Eat adalah salah satu dari yang jarang itu.

Tidak seperti penulis lain yang menyimpan rapat-rapat ending novel yang ditulisnya, pengarang novel ini justru dengan tegas menyebutkan bahwa novel ini berakhir bahagia. Penulis juga mengaku ide cerita novel ini tidak orisinil. Kalo hal itu sih saya maklum banget. Lagipula, mengutip quote yang saya baca entah di mana, bunyinya kurang lebih "segala hal yang berada di bawah sinar matahari sudah pernah diceritakan oleh manusia". Setuju nggak? :D

READ MORE »»»

(Review) Pillow Talk by Christian Simamora


nasib Pillow Talk, akibat ulah tikus jahanam .. :((


Judul               :  Pillow Talk
Pengarang       :  Christian Simamora
Penerbit          :  Gagas Media
Tebal              :  459 halaman
ISBN             :   978-979-78-0393-3





Sebenarnya ini bukan buku baru bagi saya. Kalau ngga salah ingat, buku ini saya beli sekitar akhir tahun 2009, yang waktu itu berlangsung grand opening salah satu the biggest book store in town di mall Grand Indonesia. Maklum, kalo lagi diskon, naluri buat borong buku nya gede banget, hehehehe....

Secara ga sengaja juga, buku ini ketemu lagi, setelah sekian lama hilang dari pandangan mata. Tepatnya, Sabtu, 6juli2013, lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, sambil iseng lihat buku-buku yang sudah lama dianggurin, eehh nemu deh buku ini. Awalnya sempat kesal, karena bagian bawahnya ternyata dipipisin sama tikus. Justru itulah yang bikin saya penasaran baca bukunya sebelum bukunya jadi makin parah rusaknya.



tumpukan buku yang harus segera pindah lemari

Well, kita bahas dulu dari cover nya.



Pillow Talks, dengan cover yang sederhana, tapi cukup mampu menarik perhatian saya waktu itu. Ya, khas dari penerbit Gagas Media memang selalu menerbitkan buku-buku dengan cover selalu yang eye catchy.

Sekarang isinya.

Buku ini bercerita tentang bagaimana persahabatan berubah menjadi cinta. Standard memang.
Bahasanya sangat ringan, konflik nya juga ringan banget. Seperti kebanyakan cerita nyata juga, kalau terkadang, persahabatan bisa berubah menjadi cinta sepasang kekasih. Begitu juga yang dialami oleh Jo dan Emi (tokoh utama dalam novel ini). Ternyata mereka telah memendam rasa suka, sejak dulu mereka masih sama-sama duduk di bangku sekolah. Sampai akhirnya mereka tumbuh dewasa, rasa itu ga hilang dari mereka. Kedekatan mereka yang boleh dibilang kadang menjadi batu sandungan bagi pasangan masing-masing. Oiya, mereka sendiri sebenarnya memiliki pasangan loh. Namun jauh di lubuk hati Jo dan Emi, sebenarnya merka saling cemburu terhadap pasangan masing-masing.

Buku ini bercerita sangat simpel dan sederhana. Penuturan bahasa nya pun sangat sederhana. Mungkin inilah buku yang durasinya paling cepat saya baca, sampai halaman terkahirnya.  Ga butuh sehari looh. Mungkin karena cerita dan bahasanya yang simple. Sebenarnya dari awal, saya sudah bisa menduga bagaimana akhir dari kisah Jo dan Emi. Hanya saya penasaran, seperti apa, konflik yang terjadi diantara mereka, jadi saya lahap habis semua lembarannya.

Penuturannya juga sangat simple. Di beberapa bab, ada terselip sedikit bagian sex. Hanya sedikit memang. Dan ada satu bagian yang lost, di kala Emi datang untuk dikenalkan dengan ibunya Dimas, sebagai calon istri, tapi ternyata, ibunya Dimas memiliki wanita lain, sebagai calon istri anaknya kelak. Saat itu, Emi merasa hancur, dia menghubungi Jo, yang sedang pedekate dengan Feli, sepupu Ajeng (teman dan rekan Emi), setelah itu lostaja gitu. Apa yang Jo katakan pada Emi saat itu, jadi seolah di skip. Karena pemaparan setelahnya, justru tentang bagaimana Emi memiliki hubungan One Night Stand dengan pria yang belum dikenalnya. Sangat tidak nyambung menurut saya. Ada beberapa bagian, yang seingat saya juga, seolah-olah ga nyambung dengan yang sebelumnya.

Karakter-karakter dalam novel ini juga,sangat simpel, tidak ada tokoh yang antagonis misalnya, yang menjadi pengganggu hubungan antara Jo dan Emi. Justru masalah timbul dari diri mereka sendiri. Sesuai dengan temanya yaitu novel dewasa, jadi terselip adegan-adegan dewasa juga di dalamnya. Ceritanya yang ringan mampu membuat saya ingin tau bagaimana kelanjutan kisahnya.

Sebagai buku Christian Simamora pertama yang saya baca, buku ini kurang sukses, membuat saya terkesan dan bilang woooww. Terlalu biasa. Perjalan persahabatan yang berubah menjadi perasaan cinta.

Sorry to say, tapi saya ga bisa kasih bintang banyak untuk rating buku bacaan saya, cukup 2.5 bintang aja kali ini.

But eniwey, itu penilaian secara subjectif yaa. Mungkin ada yang suka juga cerita di dalam buku ini. Karena ini semua hanyalah masalah selera. Hehehehe...


See you,

Els


[Review] Good Fight – Christian Simamora

Judul Buku: Good Fight
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 514 Halaman
Genre: Mainstream-Romance
Novel Indonesia




Sinopsis :
Dia tak benar-benar mencintaimu, kau dan aku sama-sama tahu itu. Dibawakannya kau bunga, tetapi bukan kesukaanmu. Digenggamnya jemarimu, tetapi tidak cukup mesra. Dia mencium bibir indahmu, lalu cepat-cepat menyudahinya.

Puaskah kau dengan cinta seperti itu? Sampai kapan kau terus duduk di situ, menunggu dia berbalik menginginimu?

Berhentilah mengabaikanku. Tak bisakah kau memberiku kesempatan juga? Lirik aku sebentar saja. Dengarkan aku sebentar saja. Biar aku buat kau percaya, hanya aku yang bisa membuatmu bahagia.

Hanya aku—bukan dia.

Review:


"Saat memutuskan buat jatuh cinta, lo juga membuka kemungkinan cinta kelak akan berbalik nyakitin lo" - Page 373


Teresia dan Jethro Liem adalah 'teman kantor' sekaligus musuh bebuyutan mereka dua orang yang paling tiada hari tanpa adu mulut jika bertemu. Tere yang gampang emosi, Jet yang santai menanggapinya tapi selalu berhasil membungkam Tere.
Namun dibaliknya Tere dan Jet ternyata senasib sama-sama menjadi orang ketiga. Tere berpacaran dengan Indra yang notabene adalah 'tunangan orang yang bernama Ata, Putri Solo' dan Jet mempunyai hubungan gelap dengan Nadine Sasongko 'isteri orang yang sedang sakit di Singapura'. 
Dan keduanya saling membongkar rahasia mereka saat pembicaraan di rumah Tere.
Kejadian lift macet gara-gara Jakarta black out yang membuat Tere dan Jet terjebak selama beberapa jam di dalam lift, sampai-sampai mereka berbicara tentang kematian -_-
Ya... didalam lift itu untuk pertama kalinya musuh bebuyutannya itu menciumnya a kiss not the kiss tapi berhasil membuat Tere bertanya-tanya... apa artinya?
Mulai dari saat itu, kedekatan demi kedekatan Jet dan Tere mulai. Kedatangan Fernanda Basuki yang adalah mantan Jet di pesta pernikahan Joshua dan Emmilia [Tokoh utama dalam Pillow Talk] sedikit membuat Tere cemburu karena katanya dia ingin menjodohkan Jet dengan temannya yang bernama Tiffany.
Singkat cerita beralihlah ke Pesta Nanda di apartemennya yang mengundang teman-temannya termasuk Tiffany. Tanpa Tere tahu bahwa itu cuma akal-akalan mereka membuat Tere cemburu. Mesra-mesraan di pantry, ciuman paksaan di balkon, berhasil membuat Tere panas sepanas-panasnya. Tanpa dia ketahui bahwa Tiffany adalah lesbinya Naya. Teman-temannya Nanda nggak ada yang beres-_-
Oke... setelah pesta itu. Jet dan Tere beruba statusnya jadi 'teman'... teman seranjang. Fall in lust love with him?-Tere page 219 
Seperti itu sampai Tere dan Jet resmi pacaran. Saat Nadine Sasongko, kembali dan dengan awkward-nya menemukan Tere dan Jet di kamar mandi sedang.... ehm. Tere diusir dengan keadaan half naked dan ngenesnya harus ganti baju di luar apartemen.
Jalan cinta Tere dan Jet ini agak complicated ditambah kehadiran Sammy, mantan pacar Tere. Saat Tere dan Jet putus!

***

Saya sangat menikmati cerita di dalamnya (buktinya saya rela-rela nggak tidur cuma buat baca cerita ini). Walaupun cerita ini agak terlalu banyak konflik dan nama-nama orang yang berseliweran dimana-mana. Tapi, saya ikut ngerasain nyeseknya Tere dan nyeseknya Jet. (Apalagi yang waktu Tere diusir dari apartemen, sumpah saya yang nyesek)
Nggak suka banget sama Indra!!!!! Nggak banget!!!!!!! juga sama Nadine!!! mereka berdua itu sama-sama egois!

Cuman sedikit yang typo sih kayak layar jadi layap di page 122. Dan yang mana yah ._. lupa tapi cuma sedikit emang.

"Jangan buru-buru bikin asumsi seserius itu. kenyataan seringnya berlaku sebaliknya" - Lisa page 310


"Jangan mengulangi apa yang sudah orang-orang itu lalukan ke kita" - page 363


"Kalau gue benar-benar mencintai lo, gue juga harus belajar melepaskan lo" - Jet page 476

4/5 stars :)