2 REVIEW

Title: 2 | Author: Donny Dhirgantoro| Edition language: Indonesian | Publisher: Grasindo| Status: Pinjem di Perpus | Date borrowed: 27 September 2013 |  My rating: 3 of 5 stars *** Ini Bulutangkis, dan Ini Indonesia… Keluarga Gusni adalah keluarga bulutangkis. Papanya pembuat kok bulutangkis. Kakaknya, Gita, adalah pemain bulutangkis terkenal. Gusni juga ingin menjadi pemain bulutangkis. Bukan karena ingin ikut-ikutan Kak Gita. Tapi karena ingin membahagiakan […]

2



Judul: 2
Penulis: Donny Dhirgantoro
Penerbit: Grasindo
Cetakan: 2011
Rating goodreads: 3.49/5

Jangan pernah meremehkan kekuatan seorang manusia, karena Tuhan sedikitpun tidak pernah.

 Gusni Annisa Puspita, terlahir dengan kelebihan yang melekat pada dirinya yaitu ukuran tubuh yang lebih besar dari ukuran normal seusianya. Kelebihan yang adalah keterbatasannya, yang baru diketahuinya kenapa ketika usia Gusni menginjak 18 tahun.

Sejak kecil tinggal di keluarga harmonis, dengan Mama dan Papa yang selalu menjadi pendukung setia, penyemangat abadi dan sahabat terbaik membuat Gusni selalu bersyukur dengan hidupnya. Ditambah lagi dengan sang kakak, Gita, yang tak pernah berhenti menjadi inspirasi tersendiri bagi Gusni.

"Cita-cita itu,...sesuatu yang baik buat kamu waktu kamu besar nanti. Sesuatu yang buat kamu senang kalau melakukannya...kalau kamu nggak senang, berarti itu bukan cita-cita kamu..."

Apa itu cita-cita? Gusni mengenal apa yang namanya cita-cita semenjak Gusni mengenal Harry ketika masih SD. Karena Harry, Gusni mulai menemukan impiannya. Hidup di keluarga yang mencari nafkah dari memproduksi shuttlecock alias kok, Gusni dan keluarganya sangat menggemari olahraga badminton atau bulutangkis. Mungkin bukan hanya keluarga Gusni, tapi juga seluruh Indonesia karena badminton adalah salah satu cabang olahraga yang berhasil membawa Indonesia ke puncak kehormatan dengan prestasinya. Satu peristiwa yang membuat Gusni tidak pernah lupa adalah ketika mereka menyaksikan salah satu bukti kejayaan prestasi badminton Indonesia di dunia, saat Susi Susanti merebut emas pertama Olimpiade. Binar kebahagiaan itu, rasa bangga yang menyesakkan dada itu, yang terpancar dari kedua orang tuanya saat menatap televisi waktu itu. Sejak saat itu, Gusni bertekad untuk menjadi pemain bulutangkis, bertekad untuk membahagiakan Papa dan Mama, orang-orang yang disayanginya.

Peristiwa kerusuhan Mei 1998 memisahkan Gusni dan Harry. Akibat kerusuhan, restoran Bakmi Nusantara milik keluarga Harry ikut menjadi korban dan mereka terpaksa pindah. Sejak saat itu Harry dan Gusni tidak pernah saling memberi kabar.

Gusni akhirnya mulai mengejar cita-citanya menjadi pemain bulutangkis. Meskipun kemudian terpaksa terhenti karena Gusni yang tiba-tiba pingsan di lapangan. Gusni kembali bertemu Harry ketika berusia 17 tahun. Manisnya cinta mulai dirasa Gusni bersama Harry. Kembali mengenang masa-masa SD mereka. Makan onde-onde, memberi makan ikan di taman kecil yang mereka namai taman cita-cita, atau makan nasi goreng di depan sekolah dasar mereka dulu.

Cinta selalu datang di antara kebahagiaan dan kesedihan, dan ketika kamu mencintai kamu menjadi kuat. Di antara kesedihanmu ia datang dan menguatkan, di antara kebahagiaanmu ia memberikan.

 Pada akhirnya Gusni tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, pada tubuhnya yang lain daripada anggota keluarganya yang lain. Bahwa hidupnya bisa berakhir kapan saja tanpa bisa diduga. Tapi Gusni memilih untuk tidak menyerah. Gusni memilih untuk bangkit dan melawan.

Layaknya hidup adalah tantangan yang harus dihadapi dengan berani, dan setiap kita pun tahu, kita menjadi baik karenanya. Manusia tidak akan mencapai tingginya langit dan dalamnya samudera jika hidup adalah sempurna, karena hanya seorang pengecut mengharapkan hidup yang sempurna.

***

2 adalah novel kedua dari Donny Dhirgantoro. Entah apa maknanya. Apakah karena ini novel keduanya? Atau karena tokoh utamanya adalah anak kedua? Atau karena...kehidupan ini diciptakan dua kali, yang pertama di pikiran kita dan yang kedua di dalam kehidupan nyata <--- okay yang terakhir ini alasan yang dibuat-buat saya saja :D

Apa yang membuat saya tertarik dengan novel ini?
Pertama adalah warna covernya. Merah menyala! Sebagai lady in red alias tiap hari ngantor pake seragam merah, warnanya sangat mewakili saya. Hehehe...
Tulisan warna 2 yang berwarna putih seakan menunjukkan bahwa novel ini adalah tentang nasionalisme, tentang kecintaan pada bangsa dan negara. Ya...ada benarnya ada enggaknya sih...
Yang kedua, penulis novel ini adalah penulis novel 5 cm yang fenomenal itu. Yang semangat pantang menyerahnya banyak menginspirasi para pembacanya. Jadi...tidak salah dong saya mengharapkan novel ini setidaknya sama dengan novel sebelumnya atau malah lebih. Ya kan...

Awalnya agak terkaget-kaget dengan gaya bercerita penulis yang mencoba melucu di beberapa bagian novel ini. Tapi hasilnya menurut saya terkesan aneh! Lebay ah penggambarannya.. Tapi mungkin menjadi tidak masalah kalau kita fokus pada jalan cerita yang menyentuh dan perjuangan Gusni yang luar biasa.

Karakter-karakter yang dibentuk penulis tidak henti-hentinya membuat saya jatuh cinta. Papa, Mama, Gita, Harry, Pak Pelatih, bahkan kedua sahabat Gusni, Nuni dan Ani yang tidak mengenal putus asa dan selalu mendukung perjuangan Gusni.

Bukan perjuangan Gusni saja yang diceritakan penulis, tapi juga bulutangkis. Melalui bulutangkis, Gusni memang mencoba berjuang untuk hidupnya dan kebahagiaan keluarganya. Tapi bulutangkis bukan cuma tentang perjuangan Gusni seorang. Bulutangkis adalah kebanggaan bangsa Indonesia. Kapanpun dan dimanapun para atlet nasional sedang bertanding, bangsa Indonesia tidak henti-hentinya mendukung dan berharap akan kemenangan mereka. Bulutangkis tidak hanya tentang olahraga tapi juga harapan. Di tengah hidup yang seringkali menghadirkan kekalahan pada diri individu di negara ini, kemenangan para atlet nasional di turnamen adalah harga diri bangsa dan pembuktian bahwa harapan masih ada. Begitu kali ya...

Kebiasaan penulis yang seringkali mengulang frase penyemangat di dalam alur cerita seperti di novel 5 cm juga digunakan dalam novel 2 ini. Sepertinya penulis tidak hanya menjadikannya sebagai bumbu cerita tetapi juga dapat meresap ke dalam pikiran para pembaca dan menjadikannya sebagai inspirasi dan juga penyemangat dalam hidup.

Jangan coba-coba bekerja keras, tetapi tanpa impian, tanpa impian yang membakar diri dan benak kamu setiap hari, berkeringat, lelah...tetapi tanpa makna, melangkah tetapi tanpa tujuan, bangun di pagi hari menyesali apa yang kamu lakukan, bekerja keras tanpa impian, buat saya..., kamu...hanyalah pembual nomor satu bagi dunia.

Melalui novel ini saya banyak diingatkan. Impian itu buat dikejar, bukan cuma dibayangin terus dibawa tidur. Kalau punya impian semestinya kita segera bangun, cuci muka, dan kejar mimpi kita dengan kerja keras. Ya kan?
Oh ya, salah satu kalimat favorit saya adalah yang diucapkan Harry pada Gusni di hari saat mereka berbicara tentang cita-cita, yaitu "Kata Mama Harry...lebih enak jadi orang gendut, karena ukuran hatinya pasti lebih besar."
Hehehe, saya sih merasa gak gendut, tapi semoga ukuran hati saya gak kalah besar sama orang gendut :D

Happy Reading! :D

Review Buku 5 CM


Judul: 5 CM
Penulis:Donny Dhirgantoro            
Penerbit: Grasindo                        
Editor  : A. Ariobimo Nusantara          
tebal   : 381 hal                      
ISBN    : 978-979-081-852-1
                                     


Buku atau Novel 5 cm ini sebuah buku yang (menurut saya) sangat inspiratif. Menceritakan tentang Persahabatan, Mimpi, dan Cinta yang dapat mengubah segalanya. Penyampaiyan yang dikemas sederhana tapi dapat sangat indah.

5 tokoh central di dalamnya, Genta, Arial, Riani, Zafran dan Adrian (Ian)dan ditambah Arinda, adiknya Arial, menceritakan kehidupan khas remaja. Selama sepuluh tahun mereka bersahabat dan pada suata ketika, Genta, Sang Leader mengusulkan untuk sejenak keluar dari lingkaran persahabatan dulu. agar mereka tidak terpaku pada kebiasaan yang “itu-itu” saja. Dan melihatbahwa dunia kita ini sangat luas.

Mereka berjanji selama 3 bulan tidak boleh saling menguhubungi satu sama lain. Biarkan semua berjalan sesuai dengan keinginan masing-masing. Mereka tahu bahwa dunia ini sangat luas, dan masih banyak mimpi yang belum mereka dapat.

Setelah 3 bulan berlalu, mereka bertemu kembali. Atas ajakan Genta, mereka pergi ke Mahameru.

Di perjalanan menuju Mahameru mereka mengalami banyak peristiwa yang sangat jarang mereka lihat di kota. Mereka melihat seorang nenek yang sudah tua namun masih berjualan nasi pecel di setiap malam, seorang supir angkot yang berubah hidupnya setelah menaiki Mahameru, dan kisah temannya Deniek yang hilang saat pendakian, tidak di temukan, dan jasadnya pun tidak ada.

Dalam pendakian mereka juga mendapatkan banyak pelajaran untuk tidak mudah menyerah. Tepat tanggal 17 agustus mereka merayakan Hari Kemerdekaan diatas tanah tertinggi di Jawa. Isak tangis para pendaki lainnya mengiringi acara tersebut. sangat mengharukan.
     
     Sedangkan kata ‘5 cm’ itu bermaksud agar kita menaruh Impian kita 5 cm di depan kening kita,jangan cuman menempel, biarkan mimpi itu menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu, jadi Impian itu tidak akan pernah lepas dari mata kamu.
  
“...yang bisa dilakukan seorang makhluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpinya dan keyakinanya adalah mereka hanya tinggal mempercayainya...”

Di dalam buku ini juga banyak Quote-quote dari para tokoh inspiratif dunia yang bertaburan dari awal sampai akhir. Sangat memotivasi seseorang agar lebih menghargai Hidup, dan tidak meremehkan kekuatan sebuah MIMPI.(kumpulan Quotesnya juga dapat anda lihat di sini KLIK DISINI! )

Banyak juga dialog-dialog khas remaja yang ringan namun tidak lupa juga ditambahkan denga sentuhan Humor.

Namun ada juga kekurangan di dalam Novel ini. Yaitu, terlalu banyak lirik-lirik lagu, yang menurut saya, itu sangat menganggu. Dan yang kedua banyak tanda baca di dalam Novel itu banyak yang salah. Meskipun begitu, pengaruh dari novel ini sangat positif bagi para pembacanya. Adapula yang membentuk komunitas, yang mereka namakan, sahabat 5 cm.

Pada tahun kemarin, 12 Desember 2012. Novel ini di filmkan oleh Rizal Mantovani. Dan menjadi film pertama di Indonesia yang berada di atas awan puncak tertinggi di Jawa. Para pemeran dalam film tersebut adalah Fedi Nuril sebagai Genta, Herjunot Ali sebagai Zafran, Denny Sumargo sebagai Arial, Raline Syah sebagai Riani, Igor saykoji sebagai Adr(IAN) dan Pevita Pearce sebagai Arinda.

Menurut saya, Sebuah buku yang sangat inspiratif.

Dream, Faith, Faight!!

Kumpulan Quote dari buku 5CM


            Buku 5cm karya Om Donny Dhirgantoro memang buku yang tidak akan membuat pembacanya bosan, walaupun sudah dibaca berkali-kali, contohnya Saya. Saya sudah membaca buku 5cm 2 kali, atau mungkin nanti lebih dari 2 kali. Sebuah kisah tentang 5 sahabat yang mempunyai mimpi, mimpi yang dapat mengubah segalanya. Dalam buku 5cmini banyak quote-quote keren yang bertaburan dari awal sampai akhir. Jika kamu belum tahu apa arti sebenarnya kata ‘HIDUP’’PERSAHABATAN’ dan ‘CINTA’ itu, saya menganjurkan untuk membaca buku ini. Dan inilah kumpulan quote dari buku 5cm. Selamat membaca, semoga dapat memotivasi kalian semua.....



-“Salah satu keindahan di dunia ini yang akan selalu dikenang adalah ketika kita bisa melihat atau merasakan sebuah impian menjadi kenyataan.”

-“A life without a risk is a life unlived”(Hidup tanpa resiko itu adalah bukan kehidupan).

-“hati wanita lebih dalam daripada samudra untuk menyimpan rahasia”.

-“you may say I’m a dreamer but I’m not the only one”.(kamu mungkin mengatakan aku ini seorang pemimpi, tapi aku bukan satu-satunya).—John lennon, imangine.

-“everyman dies not everyman really lives”.(setiap orang mati, tidak setiap orang benar-benar hidup).--Mel Gibson, braveheart.

-“Cogito ergo sum”.(Aku berpikir maka Aku ada),--Descartes, Rene.

-“Dan semuanya akan tambah indah kalo lo jadi diri lo sendiri...bukan orang lain”.

-“Satu-satunya yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian”, Albert Einstein.

-“Semua yang ada pada dirinya akan menjadi indah pada saat kita menyayanginya”

-“Tinta bagi seorang pelajar lebih suci nilanya daripada darah seorang martir”, Nabi Muhammad S.A.W.

-“Orang yang paling bijaksana adalah orang-orang yang mengetahui bahwa dirinya tidak tahu”, Socrates-filsuf yunani.(jadi sekarang orang yang KEPO itu adalah orang yang bijaksana).

-“Orang yang mengetahui apa yang baik akan selalu berbuat baik”.

-“orang yang bener-bener hidup untuk kebaikan memang hidupnya akan selalu dikenang orang lain”.

-“Mahameru itu bukan cuma hanya perjalanan alam, tapi perjalanan sebuah hati”.

-“Kebanyakan orang-orang besar memang punya tekad tinggi buat cita-citanya”.

-“Nggak enak jadi cewek, kalo suka sama orang nggak bisa bilang, bisanya Cuma nunggu doang”.

-“Kalo kita mau, sebenarnya kita bisa raih apa aja yang jadi mimpi-mimpi kita”.

-“sebenarnya kita nggak usah cari harta karun kebahagian, karena semuanya sudah ada di diri kita sendiri”.

-“Kalo kita nggak pernah bilang kalah, kita nggak akan pernah kalah”.

-“Kehidupan adalah 10% terjadi pada dirimu dan 90% sisanya adalah bagaimana kamu menghadapinya”.

-“orang-orang yang berjiwa besar akan selalu menghadapi perang besar dengan orang-orang berpikiran rendah dan pendek”.

-“Kalau kamu punya unta, serahkanlah unta itu pada Allah. Tapi jangan lupa, unta itu harus diikat.—intinya  jangan pernah nyerah sama keadaan, harus ada usaha—“.

-“Nggak pernah ada suatu benda yang tidak bergerak. Semuanya bergerak”, Albert Einstein.

-“I am enough of an artist to draw freely upon my imagination. Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited. Imagination encircles the world”,( Saya cukup seorang seniman untuk menggambar bebas pada imajinasi saya. Imajinasilebih penting dari pengetahuan. Pengetahuan terbatas. Imajinasimengelilingi dunia ),Albert Einstein.

-“sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa memberi manfaatnya bagi orang lain”.

-“whether you believe you can or whether you believe you can’t.. you’re absolutely right!” ,(apakah Anda percaya bahwa Anda bisa atau apakah Anda percaya bahwa Anda tidak bisa .. Anda memang benar! ), Henry Ford.

-“Our greatest glory is not in never falling... but in rising every time we fall”(Kemuliaan terbesar kami adalah tidak pernah jatuh ...tetapi dalam naik setiap kali kita jatuh), Confucius.

-“taruh mimpimu disini(kening) biarkan dia mengambang.. mengantung 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatanya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu, segala keinginanmu, mimpi, cita-cita, keyakinan diri”.

-“percaya pada.. 5 centimeter di depan kening kamu!”.

-“.. yang bisa dilakukan seorang makhluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpinya dan keyakinanya adalah mereka hanya tinggal mempercayainya...”.

                  DREAM, FAITH, FIGHT!