#105 And The Mountains Echoed

Kulihat peri kecil muram, Di keteduhan pohon kertas. Kumengenal peri kecil muram, Yang tertiup angin suatu malam. (Sinopsis dari Goodreads) Abdullah sangat menyayangi Pari, adik satu-satunya. Sejak ibu meninggal dan ayah mereka menikah lagi dengan Parwana, Abdullah menjadi ayah, sekaligus ibu bagi Pari. Bagi Abdullah, Pari adalah bumi, langit sekaligus seluruh semestanya. Dalam kehidupan pedesaan […]

2014 Welcome Book : Broken Dove by Kristen Ashley

15817351

Title : Broken Dove ( Fantasyland, #4)

Author : Krsiten Ashley

Publication Date : December 27th 2014

Far too young, Apollo Ulfr lost Ilsa, his wife, the love of his life and the mother of his two children. The grief of her loss does not settle in his soul, it solders to it. But when he discovers there is a parallel universe where his wife may have a twin, he feels there’s hope and sets about bringing her to his world so he can have her back.

But Ilsa Ulfr of our world is married to the parallel universe’s twin, Pol, who is not a good man. Not in any way. She’s on the run from him and the last thing she wants is to be transported to a fantastical world and be forced to take his side as his wife, even if he is not Pol. And Apollo finds the broken, bitter Ilsa nothing like his beloved and he further wants nothing to do with her.

But darkness is looming and evil is amassing. Apollo must protect his land and keep his family safe, including the new Ilsa.

Review :

Finished reading Broken Dove on midnight January 1st was like New Year gift (yes, I spent my New Year eve on home, babysit my baby nephew, haha lucky me I have Broken Dove to accompany me). And after couple of disappointment, finally Kristen Ashley back to the game. Bow for you Ms. Ashley. Proudly present : 5 freaking stars!!!!!!

Love love love love the book. Superb storyline, amazing characters, epic romance, and HOT HOT HOT scenes, also must be said : wonderful epilogue, just like Ms. Ashley signature, queen of Epi.

KA bring her greatness again with the fourth installment of Fantasyland series. Please noted that you recommended to read the previous books, as all of the h/H of the series made appearance, and it would give the reader deep insight to our H/h and all secondary characters.

Won’t get much to the story. But it was about two parallel universe, where you could found your identical self in the other world. As we could found the same faces in other world, our Hero, Apollo (Lo), after years of grieving for his wife, Ilsa, was asking (well paying actually) a witch, Valentine, to bring Ilsa from the other world (latter on Ilsa from modern world called herself Maddy). It was story of how the couple overcome the hurdles, how Lo treating Maddy and redeem himself to win her love and trust, how to work it out with his two children, how Maddy adapt to the new world and found herself then put the pieces together after broken by abusive husband for years, and also how they will fighting the enemy and win the war.

In this amazing story you could found the suspense, the action where sword, arrow, and pistol involve, the scenes where blood splattered, the queen-princess-and prince with their castle, do not forget the dragon and fairy, also the witches with their magic spell. Adding with spice of hot romance.
When I written hot, I mean HOT. Ms. Ashley always known for her sizzling romance, even she write under erotica by her Unfinished Hero series. But this book way out in sensuality. The bed scenes were panty melting, body squirming, and self fanning. Yes, prepare a fan and ice for the ride.

“I tell you now, my poppy, for years, I never thought I would again be happy. Never again.” He tucked me closer and finished on a rough whisper. “So I never imagined I could be happier.” – Lo

“So this is what it feels like not to be broken.” – Maddy


Filed under: Author, Contemporary Romance, Review Tagged: Broken Dove, Fantasyland, favorite, Kristen, Magic

My Best of Haru

Begitu melihat pengumuman facebook Penerbit Haru mengenai My Best of Haru, aku tertarik untuk mengikuti event ini. Aku menyukai buku-buku terbitan Haru, karena itu, aku selalu mengikuti dan membeli (sebisanya) buku Haru yang baru terbit. 

Sebelumnya, happy 3rd anniversary untuk Penerbit Haru! ^^. Penerbit Haru adalah satu-satunya penerbit yang aku ikuti dari awal sampai sekarang. Tak terasa, ternyata sudah 3 tahun berlalu… 

Image

 

Tadaaaa.. ini dia penampakan dari beberapa buku Haru yang aku miliki :) beberapa sisanya aku pinjamkan kepada teman. 

Dari semua buku tersebut, 3 buku Haru yang paling menarik menurutku adalah….. 

Image

1. Bi! – Feikassy.

2. Simple Thinking About Blood Type – Park Dong Sun.

3. The Chronicles of Audy : 4R – Orizuka. 

 

Mengapa dari sekian banyak buku terbitan Haru, aku memilih ketiga buku tersebut? Tentu saja ada alasannya :)

1. Bi – Feikassy. 

Image

Aku salut sama kak Fei, penulis buku ini. Bi! berlatar tempat di Korea, dari awal sampai akhir cerita menuliskan tentang Korea. Tapi kak Fei mampu menulisnya dengan baik sehingga buku ini benar-benar membuat pembaca memiliki rasa berada di Korea dan hanyut ke dalam cerita yang dibuatnya. Apalagi, alurnya yang maju-mundur juga tidak membuat pembaca bingung karena semua ceritanya jelas. Apalagi, buku ini juga menceritakan kisah mengenai Dokkaebi, makhluk yang dipercaya oleh orang Korea berasal dari benda mati yang sudah lama tidak terpakai. Penasaran dengan kisahnya? Yuk meluncur ke toko buku dan beli buku ini :D

 

2. Simple Thinking About Blood Type – Park Dong Sun. 

Image

 

Jujur saja, buku ini adalah satu-satunya buku nonfiksi yang aku baca sampai tuntas. Buku ini menarik dengan cover nya yang berwarna-warni, juga buku ini menuliskan lengkap sifat-sifat orang yang bergolongan darah A, B, O, atau AB. Dan, menurut aku hampir semuanya benar. Buku ini juga tidak membosankan untuk dibaca, karena terdapat gambar-gambar unik yang dibuat oleh Park Dong Sun. 

 

3. The Chronicles of Audy : 4R – Orizuka, 

Image

Bukan kak Orizuka namanya kalau tidak membuat pembaca gregetan dengan tokoh dari buku. Termasuk 4R ini. Tokoh utama, Audy yang cukup malang, empat tokoh laki-laki yang membuat gemas, Regan, Romeo, Rex, dan Rafael. Belum lagi alurnya yang mengalir lancar. Dan, salah satu alasan aku memasukkan buku ini sebagai buku favorit dari Haru adalah, aku tidak sabar untuk membeli seri kedua yang akan diterbitkan tahun ini :D. 

 

Untuk total buku Haru yang sudah aku miliki, semuanya berjumlah 27 buku. Saranku untuk Penerbit Haru adalah kalau bisa buku yang dijual jangan terlalu mahal, karena banyak pembaca buku terbitan Haru yang masih remaja dan mungkin susah membeli buku Haru dengan harga lima puluh ribuan. Kritik ke Penerbit Haru belum ada karena menurutku Penerbit Haru belum pernah mengecewakan aku. Semoga terus sukses untuk Penerbit Haru ke depannya ya. 

Harapan / keinginan untuk buku yang diterbitkan Penerbit Haru, semoga ada juga buku terjemahan Perancis / Inggris selain buku terjemahan Jepang, Korea, dan Mandarin. 

 

Terakhir, selamat ulang tahun untuk Penerbit Haru, ya! Sukses terus untuk ke depannya ya :)


Resensi: The Ring of Solomon – Jonathan Stroud

Bartimaeus, sang jin luar biasa, terjebak sebagai budak di Jerusalem, di bawah kekuasaan Raja Solomon. Semua ini gara-gara cincin legendaris Solomon, yang membuat pemiliknya memiliki kekuatan tak terbatas.

Namun, dengan datangnya Asmira, gadis pembunuh yang ternyata punya banyak rencana, keadaan mulai… menarik.

Maka Bartimaeus pun berada di posisi paling berbahaya selama kariernya yang panjang dan harus mengerahkan semua kekuatan sihirnya agar bisa lolos dari situasi ini. (Goodreads)
~~~

"Seharusnya sudah baca dari dulu!" ataupun "Nyesel baru baca sekarang!" adalah kalimat- kalimat yang kerap terucap ketika tahu bahwa buku yang kubaca ceritanya seru dan karakternya keren.  Keinginan untuk baca ulang bahkan ketika bukunya belum selesai adalah hal yang muncul berikutnya. Ketika akhirnya sampai di halaman terakhir, yang ada malah membolak-balik halaman di beberapa bab dan membaca paragraf-paragraf tertentu berulang-ulang. Karena rasanya sedih banget untuk meletakkan bukunya begitu saja apalagi untuk pindah ke buku lain. Butuh beberapa hari untuk akhirnya bisa lepas, itupun setelah ada perjanjian, bahwa suatu hari buku ini akan kembali untuk nantinya akan dibaca ulang. Reaksi semacam itu bukan untuk pertama kalinya terjadi walau hanya untuk buku-buku tertentu. Yang jelas The Ring Solomon adalah salah satunya. 

Seperti tertera di sampul depan, buku ini berkisah seputar cincin milik Raja Solomon. Dengan kekuatan yang tersimpan di dalamnya, tidak hanya para pemimpin suatu negeri tunduk, tapi para penyihir hebat dan semua spirit di berbagai tingkat juga tidak bisa berbuat banyak kecuali mengerjakan apa yang diperintahkan Solomon. Tidak heran ketika cincin tersebut menjadi incaran beberapa pihak. Jatuh ke tangan yang salah, tentu akan berakibat fatal dan tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan kerusakan di mana-mana. Siapa yang sangka,  Bartimaeus yang tahu benar resiko yang dihadapinya,  terlibat dalam usaha pencurian benda bertuah tersebut. 

Setelah lebih dari empat tahun sejak terakhir bertemu Bartimaeus di Ptolemy's Gate, tidak banyak detail cerita yang tersisa tentang jin yang tak pernah ingin terikat ini. Jadi kupikir akan butuh waktu untuk akhirnya bisa nyambung lagi. Mengejutkan, hanya di beberapa lembar pertama, ingatan tentang bagaimana sosok Barty yang lucu, jahil dan iseng, bisa kembali dalam sekejap. Lihat saja di beberapa halaman pertama, bagaimana Barty mengubah wujudnya menjadi perempuan hanya untuk menggoda masternya. Bahkan nggak butuh waktu selama yang kupikir untuk tahu hal-hal detail tentang dunia jin dan para penyihir, bagaimana tingkatan spirits ataupun proses pemanggilan yang melibatkan mantera yang rumit dan harus diucapkan dengan hati-hati dan tentu saja tidak ketinggalan bagaimana pentingnya gambar pentakel di lantai. Membaca The Ring of Solomon rasanya seperti bertemu sahabat lama. 

Kalau di tiga buku sebelumnya, ada Nathaniel yang ambisius, di buku kali ini ada Raja Solomon (yang lebih nyaman kusebut dengan Sulaiman). Dari versi yang ditulis Jonathan Stroud, tidak sulit untuk membayangkan bagaimana sosok Solomon. Tidak menjadi asing lagi ketika membaca bagian yang mengungkapkan bagaimana kemampuan pria yang bisa membuat jin manapun tunduk dan mengerjakan apapun yang diinginkannya ataupun kemampuannya berbicara pada hewan. Dua hal yang telah berulang-ulang kubaca sejak kecil termasuk cerita tentang Ratu Balkis, walau tidak seperti yang diceritakan di buku ini. Sedangkan bagian yang mengungkapkan betapa bijaksana Solomon pun banyak diceritakan di beberapa literatur. Tapi tentang bagaimana jumlah istri yang sangat banyak, terlebih lagi tentang cincin yang membuat semua penyihir dan spirits tunduk tanpa syarat adalah suatu yang sama sekali baru buatku. Termasuk bagian yang mengisahkan bagaimana kegemarannya mengumpulkan barang-barang bertuah. Sepertinya Jonatan Stroud mengumpulkan semua cerita tentang Solomon dari berbagai sumber, menyatukannya menjadi satu cerita yang sungguh membuatku berdecak kagum. 

Perpaduan Bartimaeus dan Raja Solomon membuat buku prekuel ini tidak kalah dengan tiga buku sebelumnya. Sangat disayangkan kehadiran Asmira, membuat nilai bukunya ini jadi berkurang. Tokoh yang tidak hanya menjadi sisipan, sedikit membosankan. Rasanya ingin lompat aja ke bab berikutnya, setiap kali membaca bab yang bercerita tentang dirinya. Sayangnya bab Asmira juga jadi bagian penting dari buku ini. Jadi mau tidak mau harus tetap dilahap. Untung saja ngga mendominasi, jadi porsi untuk Barty masih lebih banyak.

Untuk terjemahan, ngga ada masalah. Sebagai pembaca, aku dengan mudahnya bisa membayangkan setiap detail yang ada, merasakan konyol dan lucunya sang jin termasuk semua percakapan yang tidak jarang membuatku tertawa. Bahkan ketika catatan kaki yang bersebaran di beberapa bab, kisah Bartimaeus minus bab Asmira tetap asyik untuk diikuti. Terima kasih, mbak Poppy. Walau nggak baca langsung kata-kata yang ditulis oleh Jonathan Stroud, kisah Bartimaeus tetap bisa kunikmati.Typo di beberapa tempat juga jadi hal yang sedikit mengganggu, tapi tidak membuat The Ring of Solomon bergeser dari rak favoritku. 

Buku ini kurekomendasikan untuk semua penggemar fantasy. Yang telah mengenal Bartimaeus di tiga buku sebelumnya ataupun yang belum baca sama sekali. Tidak perlu ragu untuk membaca buku yang memang cukup tebal ini karena cerita ini terlalu seru untuk dilewatkan. 

The Ring of Solomon
Judul Indonesia: Cincin Solomon
Penulis: Jonathan Stroud
Penerjemah:






Buku ini kubaca untuk:
  • 2013 Fantasy Reading Challenge
  • 2013 What's in a Name Reading Challenge
  • 2013 Fun With Children's Literature ( Winner of The Prix Millepages 2011)
Senang banget pas tahu kalau Jonathan Stroud akan nulis lagi tentang Barty, walau entah kapan :)