[Review Novel] Goodbye Happiness


IDENTITAS BUKU :
Judul : Goodbye Happiness
Penulis : Arini Putri
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 310 halaman
Terbit : Cetakan kelima, 2013
ISBN : 979-780-593-X
Rating : 3/5 bintang

SINOPSIS :
Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada
dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak,
begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya
karena akan sia-sia. Sama seperti berjalan
di atas pecahan kaca, setiap langkah kita
sesungguhnya hanya akan menuai luka.

Kau dan aku seperti tengah mencoba untuk
membirukan senja yang selalu merah. Kita
sama-sama berusaha, tetapi tidak bisa mengubah
apa-apa.  Senja tetap berwarna merah dan
hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti
dan renungkanlah ini semua sejenak. Tidak ada
gunanya memaksa. Ini hanya akan membuatmu
tersiksa dan aku menderita.

Lantas, kenapa kita tidak menyerah saja?
Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas?
Akhir bahagia itu bukan milik kita.

REVIEW :
Sudah lama banget ngelihat buku ini di Gramedia. Pengen baca, tapi nggak dibeli-beli. Selalu aja kalah prioritas sama buku-buku yang lain. Jadi pas kemaren lihat buku ini di tembat Mbak Vina, langsung pinjam dan selesai dalam 3 jam saja :D

Untuk cover nya yang kalem, aku suka. Gambar kamera, tongkat peri, dan yang satu lagi entah gambar apa dalam sebuah kotak. Mungkin bisa diartiin barang-barang kenangan di dalam kotak. Tongkat peri mungkin menggambarkan si Tink alias Krystal, kamera menggambarkan Skan alias Skandar, dan yang satu lagi, aku enggak tau itu gambar apa ._. Tapi setelah membaca ceritanya, aku rada bingung. Si Skan itu kan fotografer, nah biasanya fotografer itu menggunakan kamera DSLR kan ya? Bukan kamera digital gitu? Apalagi kalau sampai ke Korea. Atau jangan-jangan, entah-gambar-apa itu adalah kameranya?

Terus untuk blurb di bagian belakang. Aku sama sekali enggak ngerti maksudnya. Itu monolog kan? Harusnya yang mengucapkan itu siapa? Aku kira itu monolognya Skan, tapi rasanya enggak nyambung.

Ceritanya dibuka tentang pernyataan Krystal akan batalnya pernikahan antara dirinya dan Seungho. Lengkap dengan alasannya. Lalu cerita bergulir ke beberapa tahun silam, mulai dari pertemuan Krystal dan Skandar, bagaimana keduanya bisa berkuliah di tempat yang sama di Korea, munculnya Seungho dan Vannesa Ahn, dan alasan utama mengapa Krystal tidak bisa menikahi Seungho.

Awal membaca aku sempat kesulitan memahaminya. Munculnya nama-nama yang berbau Korea menurunkan mood baca. Bukannya tidak suka, hanya tidak terbiasa menyebutkan nama-nama mereka yang untuk diucapkan aja sulit. Lidahku kelipat. Tapi setelah tau ada nama Indonesia dan terbiasa dengan hal-hal yang berbau Korea, akhirnya semuanya mengalir saja. Bahkan beberapa percakapan korea, aku praktikkan cara bicaranya di dalam hati. Meskipun tidak suka drama korea, tapi sering mendengar gaya bicara mereka x)

Menggunakan alur campuran dengan sudut pandang ketiga dan pertama. Sudut pandang ketiga ada di bagian awal buku, dan sudut pandang pertama diceritakan oleh Krystal.

Untuk karakter, 3 karakter utama di sini sangat kuat. Skandar, Krystal, dan Seungho. Skandar yang tenang, Krystal yang terlalu fokus pada perasaanya pada Skandar sehingga menyebabkan ia selalu bergantung pada cowok itu, dan Seungho yang rela melakukan apa saja untuk Krystal. Tokoh favoritku adalah Skandar. Kayaknya sandar-able banget ya x)

Ceritanya klise, tentang Krystal yang menyukai Skandar, tapi Skandarnya diam-diam aja namun tetap menjaga Krystal, di lain sisi Seungho juga mencintai Krystal. Tapi yang buat menarik itu bagaimana interaksi antara Krystal dan Skandar. Skandar itu nge-gemesin, tapi juga baik banget. Peluk-able gitu sik, pantesan si Krystal suka meluk-meluk dia XD

Endingnya, antara sedih dan bahagia. Sedih sih, tapi karena aku bacanya nggak serius, nggak nyampai nangis-nangis. Mungkin kalo bisa lebih serius bakalan nangis. Oh ya, sama aku agak bingung sama judul buku ini, Goodbye Happiness. Kirain si Krystal enggak bakal bahagia lagi, ternyata masih bisa bahagia tuh -_-

Ada satu perkataan dari Skan yang terus menghantui Tink (panggilan kesayangan buat Krystal), yang membuktikan bahwa sampai kapanpun dan dimanapun, Skan akan selalu mencintai dan menyayangi Tink. Skan hanya ingin yang terbaik untuk Tinkerbell-nya.

"Tink, are you live happily?"

The Not-So-Amazing Life of @amrazing

Judul: The Not-So-Amazing Life of @amrazing
Penulis: Alexander Thian
Editor: Alit Tisna Palupi
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: II, 2012
Jumlah Halaman: 220
ISBN: 9789797805869

Seringkali, kita menjumpai hal-hal yang tak terduga di dunia ini. Anggap saja hal tersebut merupan bagian dari pengalaman hidup yang bisa jadi akan segera hilang dalam ingatan. Tapi mungkin bagi @amrazing (id twitter milik Alexander Thian) atau Alexander Thian, pengalaman-pengalaman tak terduga, pengalaman konyol, lucu, unik terlalu berkesan untuk dilupakan. Akhirnya tercipta buku ini, The Not-So-Amazing Life of @amrazing.
The Not-So-Amazing Life of @amrazing mengisahkan pengalaman @amrazing ketika bekerja di salah satu counter hp di sebuah mall di  Jakarta. Sebuah profesi yang memungkinkan dia bertemu dengan sosok-sosok ajaib, sehingga tercipta pengalaman berkesan dalam hidupnya. Antara getir, lucu, menyedihkan, dituangkan oleh @amrazing dalam buku ini.

Ada 14 cerita di buku ini. Membacanya bisa bikin saya tertawa, karena apa yang dituturkan oleh @amraing sangat amazing, hehehe. Kisah-kisah ajaibnya bisa mengantarkan saya tertawa memang, meski gaya penulisannya masih seenak ala kaadarnya. Tapi cerita di bagian terakhir membuat saya speechless. Cerita apakah it? Silakan dibaca saja. Iya, saya merekomendasikan buku ini.

Untuk ratingnya? 4 dari 5 bintang :)

[Review Novel] Dongeng Patah Hati



IDENTITAS BUKU :
Judul : Dongeng Patah Hati
Penulis : Aveline Agrippina Tando, dkk.
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 262 halaman
Terbit : Cetakan pertama, 2013
ISBN : 979-780-616-2
Rating : 3/5 bintang

SINOPSIS :
Dia tidak mencintaimu lagi.
Hatimu terbelah dua
ketika dia memutuskan untuk mendua.
Tak ada lagi yang bisa kau lakukan.
Semuanya berakhir, semuanya sia-sia.

Dia tidak mencintaimu lagi.
Dan kau menangis saat mengucapkan selamat tinggal.
Seketika itu juga tubuhmu terasa menggigil.
Kedinginan karena terlanjur terbiasa
dengan hangat pelukannya....

-----------------------------------------------------------------------

DONGENG PATAH HATI adalah monibus karya 
10 pemenang sayembara menulis 'Proyek 14' dan 4
penulis pilihan GagasMedia. Buku ini dipersembahkan
untuk kamu yang patah hati, diam-diam mencintai...
atau yang pernah diselingkuhi.

REVIEW :
Selesai lagi membaca 1 buku :) Dongeng Patah Hati ini adalah hadiah #GiveWeek dari @GagasAddictInd yang diadain minggu lalu, terima kasih kak :) Sebenarnya aku dapat buku Lost - Eve Shi. Tapi mungkin karena stoknya kosong, yang dikirim Dongeng Patah Hati. Tapi tak apa. Dari awal ngelihat di toko buku, udah tertarik sama kavernya. 

Kavernya cantik namun terlihat 'sedih'. Gambar menara tinggi dengan selendang merah muda yang tertiup angin. Seolah-olah ditinggalkan sendirian.

Sama seperti judulnya, Dongeng Patah Hati, isinya adalah kumpulan cerita-cerita yang temanya patah hati. Gaya berceritanya pun hampir sebagian besar seperti cerita dongeng. Jadi aku membacanya pun secara perlahan dengan nada "mendongeng" di dalam hati. Yang aku takutkan ketika membaca cerita-cerita yang sedih adalah takut nangis! Kalo di kost-an sih enggak apa. Tapi kalo di kelas nangis kan malu XD

Dongeng Patah Hati ini berisi 14 cerita pendek yang dituliskan oleh 14 penulis. 10 penulis adalah pemenang sayembara menulis, dan 4 penulis lainnya adalah penulis pilihan GagasMedia. Dan, inilah dia ke-14 cerita patah hati tersebut :

1. Episode 30: Labirin Patah Hati - Aveline Agrippina Tando
Cerita tentang surat ke-30 dari Alfa untuk G, cowok yang memberitahunya bahwa kekasih Alfa selingkuh dengan tunangan G. Dari pemberitahuan itu, mereka yang sama-sama patah hati saling menghibur dan menguatkan. Tak pelak keduanya akhirnya saling mengasihi.

Namun, G tidak akan pernah bisa membaca surat-surat Alfa.

2. Love Doesn't Have to Hurt - Callia
Cerita tentang sepasang sahabat, dimana si cewek suka sama si cowok. Sayangnya, si cowok ini suka sama dosennya sendiri.

3. Hujan Tanpa Pelangi - Robin Wijaya
Cerita tentang dua orang yang saling menyayangi, namun tidak akan pernah bisa bersatu. Seharusnya mereka tidak bersama. Seharusnya mereka tetap terpisah.

4. Kamu, di Balik Hujan yang Menirai - Kokinas Te
Cerita tentang sepasang kekasih, dimana si ceweknya adalah pecandu. Cowoknya hanya meminta satu hal, si cewek meninggalkan obat-obatan lalu menikah dengan dirinya. Sayangnya, si cewek malah memilih untuk meninggalkan obat-obatan beserta pacarnya.

Siapa sangka, takdir berkata lain. Ternyata bukan ceweknya yang pergi meninggalkan...

5. Unsent Letter - Rafandha
Cerita tentang LDR yang tidak berhasil.

6. It's Not You, It's Me - Stephanie Zen
Cerita tentang seorang gadis yang selalu berusaha tampil cantik demi laki-laki yang dicintainya. Namun sayang, laki-laki itu punya standar yang terlalu tinggi. Mungkin kecantikan yang diinginkan si lelaki ini setara dengan kecantikan bidadari~

7. Jelaga - Dadan Erlangga
Ternyata ini tentang kisah cinta terlarang. Cerita tentang dua orang sahabat, yang salah satunya mencintai sahabatnya sendiri. Misalnya si A dan si B. Si A ini mencintai si B. Tapi si B ini terpesona sama seorang pria menawan, yang ternyata adalah suami orang. Tentu saja hal ini membuat si A sangat kecewa dan patah hati.

Namun bukan hanya A yang patah hati. Aku juga patah hati, selaku pembaca. Apalagi setelah mengetahui si A ini adalah... 

8. Patah Hati Terindah - Lutfia Khoirunnisa
Cerita tentang Rindi yang bertemu Dimas di MOS SMAnya Rindi. Semenjak itu mereka sering bersama, bahkan Dimas yang membantu Rindi untuk menyelesaikan 'masalahnya'. Semuanya berjalan lancar, sampai suatu ketika Rindi mengutarakan perasaannya ke Dimas.

Semenjak itu Dimas menghilang tanpa kabar. Setahun berlalu, namun Rindi tidak bisa melupakan Dimas. Sampai suatu ketika Dimas memintanya untuk bertemu. Namun Dimas tidak sendiri. Dia datang bersama tunangannya...

9. Ulang Tahun ke-17 - Mahir Pradana
Cerita ber-setting di Swiss, tentang seorang pria yang suka menjadi "pengamen" di jalan. Kemudian dia bertemu dengan remaja perempuan 16 tahun yang sangat mirip dengan orang yang dia kasihi di masa lampau.

Suatu ketika, si gadis ini berulang tahun yang ke-17 dan meminta si pria untuk bermain musik di acara ulang tahunnya. Si pria menyetujuinya. Siapa sangka, ternyata di pesta ulang tahun itu, si pria malah bertemu dengan Elise, gadis masa lalunya. Yang tidak pernah datang menemuinya ketika mereka ingin "minggat" bersama.

10. Keberuntungan Kedua - Shelly Fur
Cerita tentang sepasang sahabat yang salah satunya mencintai sahabatnya. Namun sayang bertepuk sebelah tangan.

11. To Make You Feel My Love - Ina Inong
Cerita tentang cinta diam-diam semasa sekolah yang terus berkembang hingga mereka dewasa. Keduanya sempat terpisah, namun kembali bertemu dengan perasaan yang sama. Tapi entah kenapa, mereka tidak bisa bersatu...

12. Bunga Pengantin - Sanie B. Kuncoro
Cerita tentang seorang pria yang mendapatkan bunga pengantin, dan dia hanya datang sendirian di acara itu. Sebagai 'hukumannya', dia harus mencari 'pasangan' di acara itu juga. Dan dia mendapatkan gadis itu. Di saat mereka semakin dekat, siapa sangka ternyarta si pria telah bertunangan...

13. Yogyakarta, Suatu Cerita - Dodi Prananda
Cerita tentang sepasang kekasih yang harus LDR Padang-Jogja selama setahun. Setahun berlalu dan bisa mereka lalui dengan baik. Tibalah saatnya si gadis pergi ke Jogja, melanjutkan kuliah disana sekaligus bisa bersama kembali dengan kekasihnya. Setelah setahun terpisah, akhirnya mereka bisa bersatu kembali. Namun sayang, ternyata mereka tidak akan pernah bisa bersatu...

14. A Whole New World (But Not) With You - Nyc
Cerita tentang sepasang kekasih yang kembali harus terpisah oleh jarak. Keduanya memilih jalan hidupnya masing-masing.

*

Dari ke-14 cerita di atas, aku paling suka sama cerita ke-13. Lumayan sedih, apalagi itu kisah nyata. Enggak bisa ngebayangin gimana rasanya kalo jadi ceweknya :"(

Dan paling kaget sama cerita ke-7. Itu endingnya nge-twist banget yaa :3 Sama cerita nomor 4, itu settingnya di kotaku loh, Batam :))

Akhirnya aku bisa baca tulisannya Mbak Sanie, kemaren pernah jumpa sekali :D Di ceritanya Mbak Sanie, itu pakai sudut pandang kedua ya? Selama membaca, kagum aja sama sudut pandang ceritanya. Kayaknya aku baru sekali ini baca cerita dengan sudut pandang Kau. Keren :)

Sama penulis cerita ke-8, itu beneran Mbak Lulu BBI Joglosemar kan? Keren ya, ternyata enggak hanya pembaca buku, tapi juga penulis :)

REVIEW London

Beberapa orang akan merasa beruntung dicintai sahabatnya. (hlm. 171)

Memangnya, kau bisa jatuh cinta kepada seseorang yang sudah kau kenal selama delapan tahun? Kau tahu semua tentang dirinya; masa lalunya, rahasia-rahasianya, kebiasaan-kebiasaan aneh yang dia lakukan; semua. Kau tidak akan bisa jatuh cinta kepadanya, percayalah. Kau cuma bisa melihatnya sebagai sahabat- tidak lebih. (hlm. 19)

Tiket. Paspor. Visa. Pundsterling. Bon pemesanan kamar. Alamat Ning. Alamat penginapan. Kamera DLSR mungil yang dipinjam dari Dee. Dua buku Scott Fitzgerald. Kaus dan celana jeans secukupnya. Kemeja dan baju. Topi keberuntungan. Dan gelang pemberian Ning. Itulah yang akan dibawa Gilang ke London selama beberapa hari yang direncanakan.

“Gadis mana yang tidak luluh hatinya saat didatangi oleh lelaki yang menempuh ribuan kilometer cuma untuk mengatakan cinta.?” (hlm. 27)

Sebagai seorang penulis, Gilang seharusnya tahu hal utopis semacam ‘mengejar gadis ke London atas nama cinta’ hanya berjalan lancar dalam kisah-kisah fiksi. Dengan berbekal kenekatan dan racun kompor dari sahabat-sahabatnya, dia rela ke London hanya demi mengutarakan isi hatinya ke Ning!

Ning adalah sahabatnya sejak belasan tahun yang lalu. Rumah mereka berdekatan yang hanya dipisahkan oleh sepetak taman kering yang tidak cukup lebar untuk dipakai memarkir dua buah mobil secara seri. Kamar Ning berada di lantai kedua dan menghadap taman tersebut, sama halnya dengan kamar Gilang. Jika Ning berdiri di tepi jalan kamarnya dan –pada waktu yang bersamaan- Gilang berdiri pula di tepi jalan kamarnya, mereka saling melihat dan menyapa –bahkan mengobrol.

“Bagaimana kalau jawaban itu tidak sesuai harapan?”

“Bagaimana kalau ternyata kau punya peluang? Apa kau tidak mau mengambil resiko untuk itu?” (hlm. 226)

Perjalanan Gilang menyusuri London pun dimulai. Tidak segampang yang dikira. Awalnya Gilang berpikir; pergi ke London, temui Ning, menyatakannya perasaannya –perkara diterima atau ditolak-, dan lega setelah meluapkan apa yang ada di dalam hatinya bertahun-tahun. Ternyata tidak sesederhana itu. Begitu sampai di London, Ning justru tidak langsung bisa ditemuinya. Dia malah bertemu dengan banyak orang baru di sana. Salah satunya adalah gadis kaukasoid. Kulitnya pucat, tetapi bibirnya kemerah-merahan seperti warna selai stroberi. Rambutnya ikal, cokelat muda keemas-emasan, dan panjang melebihi bahunya seperti rambut Goldilocks, gadis dalam salah satu dongeng Inggris. Dia mengenakan gaun putih selutut yang mekar dan berlipit-lipit di bagian bawah serta jaket warna senada.

Gilang gemar sekali menjuluki orang lain dengan tokoh-tokoh dalam buku. Julukan itu tidak hanya ia tujukan sahabat-sahabatnya, tapi juga orang-orang baru yang dikenalnya. Salah satunya adalah gadis Goldilocks tersebut.

Nih, penampakan Goldilocks dalam cerita dongeng;

Gilang juga mendeskripsikan Madam Ellis seperti Kristin Scot Thomas dalam The English Patient. Ini dia wujudnya;

Banyak sekali bertebaran kalimat favorit:

  1. Cinta sejati tidak selalu berjalan mulus. (hlm. 56)
  2. Ada belati dibalik senyum lelaki. (hlm. 192)
  3. Perempuan. Mereka masalah paling memusingkan. Terkadang, kau merasa begitu dekat dengan mereka, tapi pada saat yang bersamaan, kau merasa begitu jauh. Sesaat, mereka membuatmu merasa jadi lelaki paling beruntung di dunia, tapi, sesaat kemudian, mereka membuatmu merasa jadi lelaki paling malang yang pernah dilahirkan. (hlm. 206)
  4. Manusia memang tidak pernah belajar dari pengalaman. (hlm. 212)
  5. Kau tidak belajar mencintai. Kau mencintai dengan sendirinya. (hlm. 297)
  6. Tidak ada yang terenggut. Setiap orang punya keajaiban cintanya sendiri. (hlm. 320)
  7. Cinta. Semanis apa pun awalnya, cinta hanya meninggalkan luka. Ilusi, itulah cinta. Ilusi yang membutakan mata. (hlm.132)

Saya mau ke toko buku milik Mister Lowesley!! ƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃ

Ini jenis toko buku yang kusukai, tidak terlalu luas, tetapi padat, dan berbau kertas tua. Tiga dari empat dindingnya tertutup rak kayu hingga langit-langit dan rak-rak itu dijejali ribuan buku. Selain meja yang tadi, masih ada dua lagi meja serupa yang tersebar tidak beraturan dan sepasang kursi baca di salah satu sudut. Buku-buku yang dijual adalah sastra klasik dan catatan perjalanan. Sebagian diantaranya merupakan buku bekas, tetapi bukan buku bekas biasa, melainkan cetakan lama yang lama. (hlm. 80)

“Kenapa harus cetakan pertama? Kau ini kolektor atau apa? Aku juga penggemar buku langka; cetakan pertama, edisi khusus semacam itu. Tidak semaniak dirimu, tentu saja, tapi aku sangat suka bau kertas tua yang warnanya sudah menguning dan pinggirannya berbintik coklat.” (hlm. 192)

 Saya juga mau ke sini!! ~(ˆ▽ˆ~) ~(ˆ▽ˆ)~ (~ˆ▽ˆ)~

Shakespeare’s Globe Theatre terbuat dari kayu. Dinding luarnya putih. Atapnya abu-abu tua. Ruangan di dalamnya cokelat cerah. Bangunan itu memiliki tribun tiga tingkat di bagian tepi sementara bagaian tengahnya kosong dan tidak disertai ruangan –diperuntukkan bagi penonton yang kehabisan tempat duduk. Panggung berada di sisi barat daya, tingginya hampir dua meter. (hlm. 100)

Dari semua serial STPC yang diterbitkan GagasMedia dan Bukune, London adalah yang pertama kali saya baca.  Ini pun dapetnya lewat #ArisanBuku bulan Februari. #PustakawanMacamApaIniKudetSoalBacaan #DitibanBuku ~~~(/´▽`)/

Entah kenapa, dibanding kisah Ning dan Gilang, saya malah lebih suka kisah antara Madam Ellis dan Mister Lowesly. Chemistry-nya lebih berasa (‾▽‾)♥(‾⌣‾)

Selalu suka tulisan Windry Ramadhina, tapi saya masih suka Memori dan Montase. Meski demikian, novel ini berhasil mendeskripsikan London dengan detail. Kita akan menemukan tempat-tempat kece. Cover yang sangat merepresentasikan London; hitam merah ditambah kartu pos unyu khas London (kartu posnya diminta murid :p). Poin plusnya lagi adalah endingnya yang tak tertebak! ;)

Keterangan Buku:

Judul                     : London

Penulis                 : Windry Ramadhina

Editor                    : Ayuning & Gita Romadhona

Proofreader       : Jia Effendie, Jumali Ariadinata

Desain cover      : Levina Lesmana

Ilustrator isi        : Diani Apsari

Penerbit              : GagasMedia

Terbit                    : 2013 (Cetakan Ketiga)

Tebal                     : 330 hlm.

ISBN                      : 979-780-653-7

Ini dia kartu pos unyu itu:

Dari balik cover;

Sampul belakang yang juga unyu;

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

http://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Lucky No. 14 Reading Challenge 2014

http://luckty.wordpress.com/2014/01/01/lucky-no-14-reading-challenge-2014/


Bangkok: The Journal

Judul: Bangkok: The Journal
Penulis: Moemoe Rizal
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 436 halaman
Cetakan 2013
Goodreads Rating: 4.14/5.00

Pembaca tersayang,

Siapkan paspormu dan biarkan cerita bergulir. BANGKOK mengantar sepasang kakak dan adik pada teka-teki yang ditebar sang ibu di kota itu. Betapa perjalanan tidak hanya mempertemukan keduanya dengan hal-hal baru, tetapi juga jejak diri di masa lalu.

Di kota ini, Moemoe Rizal (penulis Jump dan Fly to The Sky) membawa Edvan dan adiknya bertemu dengan takdirnya masing-masing. Lewat kisah yang tersemat di sela-sela candi Budha Wat Mahathat, di antara perahu-perahu kayu yang mengapung di sekujur sungai Chao Phraya, juga di tengah dentuman musik serta cahaya neon yang menyala di Nana Plaza, Bangkok mengajak pembaca memaknai persaudaraan, persahabatan, dan cinta.

เที่ยวให้สนุก, tîeow hâi sà-nùk, selamat jalan,

EDITOR

Karena pada dasarnya, aku nggak sendirian. Aku masih punya keluarga.

Edvan Wahyudi, seorang arsitek muda yang sedang menuju puncak kesuksesan di Singapura. Sudah sepuluh tahun ia meninggalkan keluarganya di Indonesia, berusaha melupakan ibu dan adiknya dan meraih kesuksesannya sendiri. Sampai akhirnya pesan singkat itu muncul, mengabarkan meninggalnya sang ibu yang berusaha dibencinya selama ini.

Edvan kembali ke Indonesia, mendapati ibunya sudah dimakamkan tanpa bisa dia melihat wajah ibunya untuk terakhir kali. Edvan kembali bertemu adiknya, Edvin, yang hampir tidak dapat dikenalinya. Bagaimana Edvan akan mengenalinya? Kalau adik laki-lakinya itu muncul dalam penampilan yang membuatnya terlihat sangat mirip dengan ibu. Edvin berubah menjadi cantik dan...perempuan.

Sang ibu meninggalkan warisan yang harus dicari oleh Edvan. Edvan diminta untuk mengumpulkan enam jurnal yang tersebar di kota Bangkok, Thailand. Jika keenamnya telah terkumpul, maka warisan itu akan terungkap. Demi mengingat tentang ibunya, Edvan akhirnya mencari jurnal itu di Bangkok.

Selama pencarian jurnal, Edvan ditemani oleh seorang perempuan Thailand bernama Chananporn Watcharatrakul atau Charm. Berhari-hari bahkan berminggu minggu keduanya menjelajahi tiap tempat di Bangkok untuk menemukan satu per satu jurnal itu. Berulangkali keraguan menghampiri Edvan untuk mencari jurnal yang hampir tidak mungkin kalau dipikir secara logika, tapi kehadiran Charm yang selalu optimis dan ikhlas menemaninya selalu membangkitkan semangat Edvan.

"Resep sabar apa, Khun? Aku hanya melakukannya dengan senang hati. Kita hanya punya hidup satu kali di dunia ini. Kenapa harus frustasi pada masalah-masalah yang kita hadapi? Buat saja itu petualangan. Or something fun."

Perasaan suka Edvan perlahan-lahan muncul menjadi cinta. Segala hal dilakukan Edvan supaya perasaannya berbalas. Bahkan hal konyol sekalipun.
Selain mengejar cintanya, Edvan juga mulai bisa menerima perubahan yang terjadi pada diri Edvin, adiknya. Meskipun dia tidak pernah setuju dengan apa yang dilakukan adiknya.

"Aku nggak milih untuk cinta dia. Tiba-tiba aja, aku tahu kalau dia kunci yang tepat untukku. Kayak kalau kita coba masukin kunci ke banyak lubang pintu, waktu terdengar bunyi krek dan kunci itu pas masuk, rasanya kayak gitu."


***


Novel STPC kedua yang saya baca adalah Bangkok: The Journal ini. Dari Paris menuju Bangkok. Wussshhhh... kita akan diajak berpetualang menyusuri kios demi kios di Samphan Thawong, kuil demi kuil dan melihat The Reclining Buddha di daerah Thonburi, mengunjungi pasar terapung atau menyusuri sepanjang sungai Chao Praya.

Novel ini mengangkat cerita tentang kehidupan seorang arsitek, isu transgender (yang dilakukan Edvin), dan arti keluarga.

Saya jarang membaca metropop yang penulisnya bergender laki-laki. A little bit surprised dengan gaya bahasa yang dipakai, khas cowok :D
Ada beberapa ketidakkonsistenan penulisan yang muncul di novel ini. Misalnya menggunakan nama Edvin atau Edvina. Beberapa kata serapan atau bahasa asing yang seharusnya ditulis italic terlewat, semisal beach road, gentle, atau skarf yang muncul di akhir-akhir halaman.

Suka dengan penggunaan footnote yang seharusnya dipakai untuk menjelaskan kata-kata yang tidak banyak dimengerti, malah digunakan untuk mengungkapkan isi hati Edvan sebagai POV 1 di novel ini. Banyak konyolnya.


Novel ini benar-benar mengajak kita berkeliling kota Bangkok secara detil. Pencarian Edvan terhadap jurnal-jurnal ibunya membuatnya seakan mengajak para pembaca untuk menyusuri tiap sudut kota Bangkok. Terlepas dari itu, karakter Edvan yang narsis, over confidence, seakan mendapat pelajaran dengan melakukan perjalanan itu. Bertemu dengan orang-orang yang mengenal kedua orang tuanya, membuat Edvan menyadari betapa dia merindukan ibunya. Bertemu orang-orang Thailand yang melakukan transgender atau memiliki keluarga yang melakukan transgender, membuat Edvan harus berdamai dengan hatinya untuk menerima perubahan Edvin.

Beberapa line favorit saya di novel ini:
"...aku akan menikah. Suatu hari. ... Aku akan mencari wanita yang bisa menungguku di rumah, ada ketika aku pulang, nggak protes ketika aku berhari-hari tinggal di proyek, dan nggak akan menyarankanku tidur pukul dua dini hari saat aku sedang sibuk merancang bangunan." hal.53
"...karena aku ibunya, otomatis aku menerima dia apa adanya. Aku yang melahirkannya, demi Tuhan. Aku tahu apa yang terbaik untuknya. Ketika putriku itu sakit hati, aku pun merasa sakit hati." hal.298


สวัสดีค่ะ


Happy reading! :)

Review ini diikutkan dalam Indonesian Romance Reading Challenge 2014 di http://kubikelromance.blogspot.com/2013/12/update-indonesian-romance-reading.htmlReview ini diikutkan dalam Indiva Readers Challenge 2014 di http://indivamediakreasi.com/indiva-readers-challenge-irc-2014/...dan tentu saja review ini diikutkan dalam BBI Review Challenge...

Éclair – Prisca Primasari



Judul               : Éclair, Pagi Terakhir di Rusia

Pengarang      : Prisca Primasari

Penerbit         : GagasMedia

Tebal              : 236 halaman



Sinopsis :

Seandainya bisa, aku ingin terbang bersamamu dan burung- burung di atas sana. Aku ingin terus duduk bersamamu di bawah teduhnya pohon – berbagi éclair, ditemani matahari dan angin sepoi- sepoi. Aku ingin terus menggenggam jari- jemarimu, berbagi rasa dan hangat tubuh – selamanya.

Sayangnya, gravitasi menghalangiku. Putaran bumi menambah setiap detik di hari- hari kita. Seperti lilin yang terus terbakar, tanpa terasa waktu kita pun tidak tersisa banyak. Semua terasa terburu- buru. Perpisahan pun terasa semakin menakutkan.

Aku rebah di tanah. Memejamkan mata kuat- kuat karena air mata yang menderas. “Aku masih di sini,” bisikmu, selirih angin sore. Tapi aku tak percaya. Bagaimana jika saat aku membuka mata nanti, kau benar- benar tiada?
Review :
“Tidak ada yang namanya bahagia selamanya,”
“Tapi Sergei Valentinich berjanji ia tidak akan tertarik pada wanita lain.” (hal. 118)

Di tengah persiapan pernikahan Sergei Valentinich Snegov dan Ekaterina ‘Katya’ Fyodorovna, kondisi adik Sergei, Stepan ‘Stepanych’ Valentinich Snegov, memburuk. Dalam sakitnya, ia selalu menggumamkan nama kedua sahabatnya yang kini jauh dan tidak lagi dapat ia jangkau. Kedua sahabatnya ialah kakak beradik, Kay Nikolai Olivier dan Lhiver Olivier. Katya yang sangat khawatir akan kondisi Stepanych segera menyusun rencana untuk menemui Kay dan Lhiver, membujuk mereka untuk menjenguk Stepanych, meski itu sangat sulit mengingat hubungan mereka berlima tidak lagi baik.

Apa penyebabnya?

Kesalahpahaman dan ketidakrelaan. Kebakaran – yang direncanakan- itu telah merenggut nyawa orangtua Lhiver dan anak angkatnya. Lhiver saat itu sedang mengajar. Kay dan Stepanych sedang berbelanja keperluan untuk membuat kue. Sekembalinya mereka, rumah sudah terbakar. Lhiver yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang- orang yang dicintainya telah pergi menyalahkan kedatangan Stepanych hari itu ke rumahnya.

“Tetapi kematian tidak akan pernah menyerah sekalipun kau berusaha untuk menghindar ke sudut dunia yang paling rahasia. Takdir itu akan tetap menjelang, dan berdiri pun akan percuma. Bila takdir gagal merenggutmu lewat pintu, ia akan masuk lewat jendela, menyelinap lewat celah, bahkan menembus pertahanan yang paling kokoh dan tangguh. Ini adalah kenyataan yang senantiasa berlangsung di alam semesta.” (hal. 106 – kata Fuyu, murid Lhiver, saat ia dan Lhiver berbicara tentang sebuah cerita berjudul The Appointment in Samara versi W. Somerset Maugham)

Setelah tragedi itu, Lhiver membenci semuanya, termasuk Kay, kakaknya sendiri. Ia menjauhkan diri dari keempat sahabat yang sudah seperti saudaranya sendiri. Ia bahkan pindah ke Surabaya. Di sana ia menjadi dosen. Sedangkan Kay berpindah- pindah tempat, membidik objek- objek menarik melalui lensa kameranya. Ia bertemu dengan belahan jiwanya dan memutuskan untuk menetap di New York meski ia sangat merindukan kampung halamannya.

“Kadang…,” kata Kay lirih. “Masa lalu memang lebih indah dari masa sekarang. Dan bila ada hal yang membahagiakan sekaligus menyedihkan untuk dipikirkan, itu adalah masa lalu yang indah…. Seandainya masa lalu itu akan terus menjadi masa kini.” (hal. 224)

Stepanych yang sangat terpukul dan merasa bersalah melampiaskannya pada alkohol yang menyebabkan penyakitnya semakin parah. Stepanych yang ceria dan lembut kini sudah tidak ada. Stepanych yang sekarang adalah Stepanych yang tidak berdaya, kosong, dan terkungkung dalam rasa bersalah.

Ia akan berpisah dengan kakak dan sahabat- sahabatnya. Untuk pertama kalinya ia membenci dirinya sendiri, karena sudah terlalu mencintai kehidupan ini….(hal. 131)

Katya menjadi tidak suka makan éclair. Sebelum peristiwa yang mengubah kehidupan mereka, Stepanych adalah seorang pembuat kue yang terkenal. Kue- kue buatannya sangat enak dan ia sering membuatkan éclair untuk sahabat- sahabatnya.

“Apa yang kau bayangkan ketika memasak, Stepanych?” (hal. 124)
“Kalian berempat,” ujarnya tulus. (hal. 125)

Dan Sergei mencoba untuk selalu tetap tegar padahal hatinya sangat sedih melihat kondisi adiknya dan juga persahabatan mereka yang seperti ini. Namun tidak ada keluhan yang terucap dari mulutnya. Katya cemas tetapi ia juga tidak bisa berbuat apa- apa.


Saat itu… Katya ingin sekali berubah menjadi piano. Paling tidak piano bisa menampung semua yang dirasakan Seryozha. (hal. 201)

Kini, usaha Katya menjadi satu- satunya harapan bagi mereka. Jika ia berhasil untuk mempertemukan Stepanych dengan Kay dan Lhiver, keadaan mungkin akan berubah menjadi lebih baik. Mampukah Katya menyelesaikan misinya? Ikuti kisah mengharukan ini dalam Éclair, Pagi Terakhir di Rusia.

setelah kepahitan pekat ini, rasa manis pasti akan menjelang. (hal. 164)

“Bagi kami, sahabat adalah seseorang yang bersedia untuk bersuka cita dan berduka bersama,” kata Stepanych tersenyum. “Kami tidak ingin menjadi sahabatmu di kala senang saja.” (hal. 192)


Antara rela dan tidak saat menamatkan bacaan ini. Tidak berat. Ceritanya cukup menghanyutkan menurut saya. Karena alurnya adalah alur maju mundur, jadi kepingan- kepingan cerita tersambung secara perlahan sehingga saat membaca novel ini, muncul pertanyaan mengapa seperti ini? Yah, ternyata seperti ini. Kira- kira begitulah. Seperti biasa, entah mengapa saat membaca novel karangan Mbak Prisca yang bersetting di Eropa selalu menimbulkan kesan klasik. Bayangan saya mengenai tokohnya selalu tertuju pada pria- pria bersetelan jas panjang dan wanita- wanita dengan gaun anggun yang menggembung di bagian bawahnya. Saat menyinggung soal email baru lah saya kembali ingat kalau ini bukan cerita era klasik. Tapi rasanya klasik banget. Mungkin karena didukung dengan adanya kalimat- kalimat berbau musik dan penulis yang bertebaran.

Stepanych sukses membuat saya menyukai dia. Bahkan tetangganya, Vasilissa, yang tertutup bisa berubah dan menemukan kembali semangat hidupnya karena Stepanych. Ia adalah pria yang hangat dan penuh perhatian. Jadi ikut sedih saat melihat ehh..membaca kondisinya yang berubah drastis.

Semuanya saya suka, kecuali epilognya. Tidak secetar bagian depannya. Padahal saya berharap ada sedikit kejutan di epilog. Tapi ternyata oh ternyata…. *lebaynya kumat*

Itu saja sih menurut saya. Recommendeddeh novel ini. Suasana yang diciptakan pas dan penyampaian pergantian alurnya cukup jelas karena diberi keterangan dan diboldjadi pasti kelihatan. Untuk ukuran konfliknya, novel ini tidak terlalu tebal. Salut dengan pengarang yang mampu untuk mendeskripsikan permasalahan dalam cerita tanpa harus berbelit- belit.

Okelah, saya tidak bisa review banyak. Masih terhanyut suasananya saja meski sudah selesai ceritanya saya baca berhari- hari yang lalu. Empat bintang (sebenarnya lima karena minus di epilog) buat Éclair. Selamat membaca J

[Review Novel] Cruise Chronicle


IDENTITAS BUKU :
Judul : Cruise Chronicle
Penulis : Ruwi Meita
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 295 halaman
Terbit : Cetakan pertama, 2013
ISBN : 979-780-668-5
Rating : 4 dari 5 bintang

SINOPSIS :
Cerita dimulai dengan masa lalu antara Reya dan Langit yang sedang menceritakan tentang kisah jalan Para Kekasih. Dimana kedua kekasih akan berjalan dengan arah yang berbeda, bila nanti mereka bertemu kembali di bawah pohon paling besar, itu artinya cinta mereka tulus. Bila salah satunya ragu, jalan tersebut tidak akan mempertemukan mereka.

Reya yang masih berusia 17 tahun mencintai Langit yang 10 tahun lebih tua darinya. Suatu ketika, Langit melamar Reya dan berjumpa dengan ayahnya Reya. Jelas ayahnya tidak menyetujui hal tersebut. Ayah Reya meminta Langit membawakan kesuksesan bahkan menjadi seorang miliuner. Bila Langit belum berhasil, maka dia tak boleh bertemu Reya. Langit pun berjanji akan memenuhi keinginan ayah Reya, dan mulai saat itu Langit menghilang.

Bertahun-tahun kemudian, Reya yang masih menunggu Langit pun mendapatkan tiket perjalanan menggunakan kapal pesiar Las Olas De Estrellas - Ombak Bintang-Bintang. Di kapal pesiar tersebut nantinya, ia akan bertemu dengan banyak orang asing yang ternyata saling berhubungan satu sama lain, bahkan bertemu dengan orang yang paling ditunggunya selama ini.

Disinilah mereka semua harus menentukan pilihan.

REVIEW :
Sewaktu mbak Alvina menawarkan buku ini, saya langsung melonjak-lonjak. Meskipun belum pernah lihat bukunya, tapi dari judul aja saya udah senang. Pesiar. Kapal pesiar. Itu cita-cita saya. Sebenarnya saya pengen jadi kapten kapal pesiar, minimal bisa kerja disana lah. Tapi malah kuliah di keguruan. Ya sudah, saya jadi guru aja di kapal pesiar XD

Suka sama covernya, gambar-gambarnya sesuai dengan ceritanya. Pas buka bagian dalamnya dan menemukan pembatasnya yang berbentuk jangkar kapal, saya langsung heboh lagi. Keren banget pembatasnya :) Coba ada novel tentang kapal pesiar lagi, terus pembatasnya berbentuk kemudi kapal. Pasti pembatasnya langsung saya tempel di dinding :))

Sebelum membaca, seperti biasa saya selalu membuka-buka isi dalamnya. Entah kenapa saya mengira bahasanya berat. Namun setelah dicoba membaca, ternyata bahasanya ringan dan mengalir begitu saja. Mudah dipahami. Meskipun ada beberapa kata dalam Bahasa Indonesia yang tidak saya tahu artinya hehe.

Menggunakan sudut pandang pertama dengan alur campuran yang sedikit membingungkan. Misalnya sedang menggunakan sudut pandang Reya. Disitu Reya menjalankan aktivitas seperti biasa, namun tiba-tiba pikirannya melayang ke kejadian masa lalu yang cukup panjang. Antara masa sekarang dengan masa lalunya tidak ada perbedaan dalam penulisan. Masih bisa dipahami, tapi mungkin lebih enak kalo tulisan untuk adegan masa lalunya dimiringin (bahasanya apa banget ._.)

Secara keseluruhan, ceritanya berpusat di kapal pesiar. Tidak hanya menggunakan sudut pandang Reya, tapi ada sudut pandang Sirens, Mushashi, Gustave, Draco, dan lainnya. Masing-masing sudut pandang dipisahkan oleh bab.

Awal membaca novel ini, saya sempat merasa novel ini seperti novel The Mountains Echoed. Bedanya kalo di novel ini semuanya berada pada tempat yang sama dan dalam satu waktu. Masing-masing orang bercerita, dan ternyata mereka saling berhubungan dan terhubung di akhir cerita.

Suka sama ceritanya, meskipun sudah sering membaca tentang cewek yang menunggu orang yang dia suka bertahun-tahun, lalu akhirnya ketemu, terus happy ending. Tapi di sini sedikit berbeda. Dari latar ceritanya yang di kapal pesiar dan singgah di beberapa tempat yang tidak terlalu familiar (bagiku), terus ada beberapa dongeng yang baru aku baca di buku ini. Intinya, temanya sama tapi cara menceritakannya unik sekali.

Juga saya suka menebak-nebak. Kalau di kapal pesiar ini ada Langit, siapa Langit sebenarnya? Kenapa Reya tidak mengenalinya padahal mereka sering bertemu? Apakah Mushasi, orang yang menghabiskan tabungannya demi mencari Reya di pesiar ini? Ataukah Gustave sang koki yang banyak mengetahui hal-hal kecil tentang Reya dan bisa menceritakan dongeng jalan Para Kekasih dengan bahasa yang sama persis seperti yang digunakan Langit? Lalu ada hubungan apa antara Gustave dan Hamid Khan si pemilik kapal pesiar?

Temukan saja semuanya jawabannya di novel ini :)

Jangan tutup matamu. Kau harus menghadapi rasa takutmu dengan mata terbuka. Dan kau akan melihat bahwa rasa takut hanyalah imajinasimu.
[hal. 55]