Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa

Judul: Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa
Penulis:
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Fiksi
Jumlah Halaman: 241 halaman
Tahun Terbit: 2013
ISBN 13: 9789792296167


SELAMAT, ANDA TERSESAT!
Tarik napas.
Tahan.
Pikirkan hal-hal yang paling Anda syukuri.
Bayangkan perjalanan jauh Anda dari rumah.
Tahan.
Jika Anda bisa menemukan jalan keluar,
Apa yang akan Anda lakukan?
Tahan.
Berdoalah.
Gantungkan harapan setinggi-tingginya.
Tahan.
Tenang Anda belum mati.
Lihat sekeliling Anda, perhatikan.
Sesak?
Jangan khawatir, pada titik ini seharusnya
Anda sadar: semua orang tersesat.
Sekarang lepaskan napas Anda.
Dan ambillah langkah pertama menuju
Petualangan baru.
Semoga suatu saat Anda bisa menemukan
Jalan pulang, atau kalau tidak—
Teruslah melangkah 


Itulah untaian kalimat yang penulis sampaikan di bagian belakang buku. Menggugah dan berkesan mengajak pada petualangan yang hebat penuh misteri. Dan saya akui buku ini memang penuh misteri dan membuat greget pembacanya ^^.

Well, Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa (SKTLA) adalah buku kumpulan cerita karya Maggie Tiojakin. Terdiri atas 14 cerita pendek (cerpen) dan 5 cerpen bonus berbahasa Inggris. SKTLA sendiri diambil dari salah satu judul cerpen yang ada di buku ini. Dari keseluruhan cerpen yang ada, yang berkesan dan bikin greget untuk saya adalah Fatima, Kota Abu-Abu, dies irae dies illa, dan Saksi Mata
Fatima mengisahkan aksi Pinot si prajurit andal dalam memasuki tempat musuh. Ditemani sekretaris eksekutif bernama Fatima dengan penuh percaya diri, Pinot menerjang sarang musuh. Yang menarik dari kisah ini adalah pembaca diajak merasakan menjadi seperti mata-mata andal layaknya di film dengan berbagai peralatan canggih, namun di akhir cerita kenapa Pinot keluar dari warnet?. Nah, lho!
Dari Kota Abu-Abu ada satu kutipan yang paling saya suka. Saat Temuji menjawab pertanyaan Remos tentang istrinya yang mengembara seorang diri tanpanya.
Perjalanan panjang seperti itu lebih baik dilakukan berdua; tapi kalau salah satu di antara kalian tak melihat poin dari perjalanan tersebut-- sebaiknya dilakukan sendiri
Kok saya malah menghubungkannya dengan putus dengan pacar, ya? hahaha.
Dari kota perang penuh konflik, penulis membawa kisah Azmov dalam dies irae dies illa. Si kecil Azmov yang menghidupi ibu dan adiknya serta beberapa orang lain dengan mencuri dan menjarah barang dari puing-puing sisa perang. Perang yang berkecamuk akibat egoisme pemimpin dan pemberontak membawa sikasaan pada rakyat kecil. Cukup membuat si kecil Azmov sampai bertanya tentang Kuasa Tuhan.
Ibu tidak mau kau mencuri lagi, Ba," katanya. "Kalau nanti kau tertangkap, Ibu harus mencarimu kemana?"
"Aku tidak akan tertangkap." sahut Azmo. "Aku janji"
"Oh, Ba." Mizvin mengelus pipi putra sulungnya.
"Bu--"
"Tuhan ada dimana?"
Mizvin berhenti mengipasi Zalem yang terlelap dalam posisi melintang di sampingnya. "Kenapa kau bertanya begitu?"
"Kenapa Tuhan tidak menghentikan perang?"
Sikap sekelompok orang yang cuek terhadap kejadian yang menimpa orang lain dikisahkan dalam Saksi Mata. Dikisahkan ada seorang perempuan yang dibunuh di kawasan apartemen. Dan setiap orang sebenarnya mendengar teriakan wanita ini. Tapi, orang-orang menunjukkan respon yang berbeda pada kejadian ini.  

Source here edited by me

Sampul SKTLA ini cukup unik dan aneh. Entah kenapa meski ada beberapa gambar dari sampul yang memang menjadi bagian dalam cerita, tetap saja saya merasa aneh. Ada roket yang seperti terdampar di planet. Planetnya punya hidung dan mata berbentuk aneh. Ada manusia-manusia bertopeng yang saya asumsikan itu adalah awak kapal. Ah, pokoknya aneh. Entah mungkin saya yang kurang mengerti seni? ^^ Baru menemukan buku dengan sampul yang aneh. Awalnya sempat mengira buku ini terbitan luar negeri karena kesan anehnya, tapi ternyata terbitan penerbit Indonesia. Mungkin kesan aneh ini juga yang menambah daya pikat buku ini.
Tema dalam buku ini umum tak umum, aneh ya bahasanya??. Jadi si penulis menceritakan berbagai tema beragam yang umum tentang kehidupan tapi melalui kisah yang tak biasa. Sebut saja kisah SKLTA sendiri, apa yang saya tangkap adalah keragaman sifat orang dalam menghadapi keputusasaan. Ada si kapten yang meski tahu sudah tersesat tetap saja meminta awaknya untuk terus maju, ada Yureko yang putus asa dan malah mengakhiri hidupnya. Begitulah, kisah umum tapi dikisahkan dengan tak biasa.
Apa yang paling saya sesali dari buku ini adalah ending setiap cerita yang tidak bisa ditebak dan menggantung. Benar-benar deh penulis ini, bikin saya greget. Penulis seolah memberi kesempatan pada pembaca untuk menentukan endingnya masing-masing. Bisa saja cerpen-cerpen buku ini berkesan setengah-setengah, tapi seperti kata penulis "Tugas saya bukan untuk menginspirasi, melainkan bertanya", buku ini sukses membuat saya bertanya pula. Bagaimana akhirnya kisah Bitya dan Leven? Apa yang dikatakan si wanita yang diwawancarai pada kristallnacht pada ayahnya? Apa yang terjadi dengan Vora?.
Bila mengacu pada definisi absurd, yaitu tidak masuk akal, bodoh, konyol, tidak layak, cerpen dalam buku ini tidak seperti itu. Secara keseluruhan justru cerpen-cerpen ini layak untuk dibaca dengan tema yang masuk akal, dan diramu dengan pintarnya oleh penulis. Apa yang absurd dalam setiap cerpen mungkin adalah penggunaan nama tokoh yang tak lazim, setting yang cukup membuat dahi berkerut, dan ending yang bikin pembaca bilang "hah, gitu doang? Masa sih, kok gitu? Gak masuk akal". Seabsurd apapun cerpen di buku ini, tetap saya suka dengan kisahnya. Menggugah dan penuh misteri ^^.

Keep reading for rest of your life :) 
Rating: 4/5

[Book Review] Arranged Marriage by Chitra Banerjee Divakaruni

http://lustandcoffee.files.wordpress.com/2013/06/book_info.jpg?w=604

19546495Judul: Arranged Marriage (Perjodohan)
Seri: Brotherhood of The Conch #3
Penulis: Chitra Banerjee Divakaruni
Penerjemah: Gita Yuliani K.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Januari 2014
Tebal: 376 halaman
ISBN: 978-602-03-0135-8
Kategori: Novel Fiksi
Genre: Sastra India, Sosial Budaya, Kumpulan Cerita
Beli di: Mbak Maria
Harga: Rp. 51,000 (Pre-order)
Kalimat pembuka:
Tahun itu Ibu sering menangis, di malam hari.

book_blurbKoleksi cerita pendek Chitra Banerjee Divakaruni kali ini merekam jejak perjalanan para gadis dan perempuan India di Amerika. Perubahan suasana, memulai dari awal, terasa menakutkan sekaligus menjanjikan, ibarat samudra yang memisahkan mereka dari tanah kelahiran. Mulai dari cerita tentang pengantin baru yang mimpinya kandas di California, hingga ke janda paruh baya yang bertekad untuk sukses di San Francisco, untaian kalimat-kalimat indah Divakaruni menciptakan potret sebelas perempuan yang akan mengalami transformasi tak terlupakan.

thoughts

Selama ini saya mengoleksi buku-buku karya Chitra Banerjee Divakaruni, tapi saya baru membaca buku terbitan GPU paling baru ini.

Arranged Marriage berisi 11 cerita pendek tentang perempuan India beserta kedukaannya.

1. Kelelawar

Aku adalah gadis kecil yang sering mendapati ibunya menangis di malam hari. Pagi harinya, luka lebam menghiasi wajah ibunya. Ayah Aku adalah pria besar dan kasar. Selalu ada barang terjatuh jika ia berada di rumah.

Suatu pagi, Aku diajak ibunya untuk bergegas meninggalkan rumah sempit mereka di pinggiran kota menuju Gopalpur, sebuah desa tempat kakek-paman Aku tinggal. Di sana, Aku diajak memancing di danau, juga bermain bersama anak ayam, hal yang jarang ia lakukan di kota. Ketika panen tiba, kakek-paman menghalau kelelawar yang menyerang kebun. Aku dan kakek-paman memasukkan bangkai kelelawar ke dalam karung. Saya menyimpulkannya sebagai simbol untuk memungut duka dan kesedihan.

Kebahagiaan Aku tak berlangsung lama. Sepucuk surat membuat ibunya menangis dan mengharuskannya kembali ke kota.

Ketulusan kakek-paman membuat saya trenyuh. Walau ia menderita sakit, ia tetap tersenyum dan tulus menyayangi Aku dan ibunya. Cerita ini merupakan salah satu potret kehidupan keluarga miskin India yang diwarnai kekerasan domestik.

2. Pakaian

Sumita, seperti gadis India pada umumnya, menunggu pinangan dari laki-laki yang datang untuk memilih calon pengantin. Adegan dibuka ketika Sumita sedang mandi di danau bersama dua sahabatnya, Deepali dan Radha. Namun, malang nasib Radha, tiga laki-laki yang datang untuk mencari istri menolaknya karena kulit Radha dianggap terlalu gelap. Sama seperti di Indonesia, stereotip gadis cantik India adalah yang memiliki rambut panjang hitam mengilap dan kulit halus dan berwarna terang.

Somesh Sen, pria keturunan India yang lama tinggal di California, mencari calon istri ke tempat Sumita. Demi calon pengantinnya (berharap agar dipilih), Sumita mengenakan sari pemberian ayahnya. Sari itu berwarna dasar merah muda, sulamannya berupa bintang-bintang kecil yang bertaburan di atasnya, dan benangnya terbuat dari emas zari asli. Sari paling mewah yang pernah Sumita lihat. Seperti dugaannya, Somesh terpikat dan meminang Sumita. Satu minggu kemudian, Sumita diboyong ke California untuk tinggal bersama Somesh dan kedua orangtuanya.

Somesh adalah pria baik-baik berasal dari keluarga baik-baik. Ia memiliki sebuah toko 24 jam bernama 7-Eleven. Karena ia bermitra dengan orang lain, maka ia tak bisa meninggalkan toko itu terlalu lama.

Suatu kejadiaan naas menimpa pasangan pengantin baru tersebut. Di hari naas tersebut, Sumita harus mengenakan sari berwarna putih dan memendam cita-cita yang belum sempat tercapai.

Kisah ini begitu tragis. Bagi kebanyakan keluarga India, Sumita bisa dianggap sebagai pembawa sial. Namun, mertuanya begitu penuh kasih sehingga membiarkannya tinggal bersama mereka.

3. Jalan Perak, Atap Emas

Jayanti, gadis asal Calcutta, memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke Chicago, sebuah kota di belahan dunia yang belum pernah dijamahnya. Sebelumnya, ia menulis surat pada bibinya, Pramita, yang setelah menikah tinggal di Amerika bersama suaminya, paman Bikram.

Ketika memasuki apartemen bibinya, Jayanti terperangah mendapati tempat itu tidak sesuai dengan harapannya. Alih-alih mendapati apartemen mewah dan terawat, Jayanti harus menetap di kompek apartemen suram berbau kari basi. Harapan Jayanti akan kehidupan baru yang layak juga hancur ketika pamannya dengan ketus berkata bahwa semua impian orang India di Amerika akan sirna ketika mereka berhadapan dengan kenyataan yang keras. Jayanti juga terkejut mendapati paman Bikram memegang sekaleng bir, kebiasaan yang dianggap menjijikkan di kampung halamannya.

Dan perkataan paman Bikram benar adanya. Orang kaukasia tidak menyukai (bahkan membenci) orang dengan kulit berwarna. Negara kapitalis begitu kejam, terutama terhadap pendatang.

Saya merasa cerita ini begitu suram, sehingga membuat saya sesak saat membacanya. Entah hanya di buku fiksi saja, atau pria India memang gemar bermain tangan pada istrinya.

4. Kata Cinta

Kisah ini diceritakan dari sudut pandang orang kedua. Adalah seorang perempuan India yang tinggal bersama Rex, pria asing yang baru dikenalnya selama tiga bulan. Si perempuan adalah mahasiswa Berkeley yang hampir mendapat gelar Ph.D Ibunya yang tinggal di Calcutta adalah wanita yang kaku dan memegang teguh adat Hindu. Si perempuan pernah hampir diusir ketika kecil, saat ia nekat menonton film Hindi di bioskop. Ibunya berkata bahwa film seperti itu memerosotkan moral. Ketika ia sampai di rumah, ibunya sudah menyiapkan koper berisi pakaian si perempuan. Tetapi, mereka kembali berpelukan, mencoba melupakan perisiwa tersebut.

Kejadian itu terulang ketika ibu si perempuan meneleponnya di luar jadwal. Ketika itu, Rex yang menerimanya. Si perempuan hendak dijodohkan dengan pria India kasta Brahmin, seorang eksekutif terpandang. Si perempuan menolaknya dengan alasan ia mencintai pria pilihannya. Si ibu tidak mau mengakuinya sebagai anaknya, dan memutuskan hubungan.

Depresi, si perempuan tidak bisa berkonsentrasi dalam perkuliahan. Ia juga seperti tidak pernah mendengar perkataan Rex. Cinta, kata yang maknanya masih ia cari.

Kisah ini merupakan salah satu kisah favorit saya, tentang betapa seorang anak Asia sangat begantung dan kuat hubungannya dengan orangtuanya (terutama ibu). Berbeda dengan orang barat yang selepas usia 18 bisa menentukan jalan hidupnya sendiri, anak Asia yang terikat oleh adat dan agama tidak bisa seenaknya menjalankan kehidupannya.

5. Hidup Yang Sempurna

Salah satu cerita paling memikat dari buku ini. Meera, seorang wanita modern asal Calcutta yang kuliah dan bekerja di sebuah bank ternama di San Francisco, menolak konsep pernikahan, apalagi memiliki anak. Ia menganggap pernikahan bukanlah suatu keharusan, dan anak kecil itu merepotkan. Ia berhubungan dengan pria Amerika bernama Richard yang memiliki pandangan serupa.

Suatu hari, seorang anak kecil kurus berusia tujuh tahun nyasar ke apartemennya. Tak tega, Meera mengajaknya masuk, memberinya makan, mengajarinya banyak hal, hingga rasa sayang tumbuh di hatinya. Tapi, kebahagiaan itu harus berakhir karena perbuatan Meera dianggap ilegal. Menyimpan anak yang tidak jelas identitasnya menyalahi hukum di sana. Anak kecil yang diberi nama Krishna itu harus tinggal bersama ibu asuh lain selama proses adopsi selesai.

Mungkin ini salah satu kisah yang tidak berbau kultural namun tetap memikat dan meninggalkan kesan mendalam. Penulis seolah ingin menyampaikan bahwa setiap wanita memiliki naluri keibuan.

6. Kisah Si Pembantu

Cerita ini merupakan salah satu cerita terpanjang di buku ini, memakan 69 halaman. Salah satu cerita yang paling saya suka juga. Berkisah tentang sari kuning kunyit yang membawa kesedihan. Manisha, gadis yang mendambakan dekapan hangat dari ibunya, tumbuh dewasa. Ia memiliki kekasih, Bijoy, seorang profesor Psikologi di universitas di California.
Manisha sangat dekat dengan bibinya, Deepa Mashi, yang tidak memiliki anak. Suatu obrolan ringan tentang pernikahan menggiring pada topik sari pernikahan. Manisha berkata, ia akan mengenakan sari warna kuning kunyit. Deepa Mashi lalu bercerita tentang kisah sedih dibalik sari kuning kunyit tersebut.
Banyak muatan dalam cerita pendek ini: ketulusan, kepercayaan, pelecehan seksual, dan pilihan.

7. Kehilangan

Seorang suami kehilangan istrinya begitu saja, tanpa jejak. Setiap sore, si istri suka berjalan-jalan sendirian sekembalinya suami bekerja. Dan sore itu adalah sore yang naas. Si istri tidak kembali. Pasangan suami istri itu jarang cekcok. Mereka dikaruniai seorang putra. Si suami berpikir keras mencari alasan perginya si istri, tapi ia tidak menemukan apa-apa.
Cerita paling pendek di buku ini dan yang paling membosankan, tidak meninggalkan kesan apa-apa.

8. Pintu

Preeti yang sudah lama tinggal di Amerika hendak menikah dengan Deepak yang baru saja datang ke Amerika untuk studi. Hubungan keduanya mendapat tentangan dari dua belah pihak, karena masalah budaya yang berbenturan. Namun, Preeti bersikukuh ingin menikah dengan Deepak. Mereka hidup rukun bahagia, hingga dijuluki sebagai pasangan serasi.
Ada perbedaan di antara keduanya: Preeti suka mengunci pintu, sedangkan Deepak lebih suka membiarkannya terbuka.
Masalah muncul ketika sahabat Deepak datang dari India. Namanya Raj. Kehadirannya mengusik kedamaian di rumah pasangan tersebut. Raj yang berisik dan ceria, tingkahnya sangat annoying bagi Preeti. Lebih buruk lagi, Raj akan tinggal bersama mereka selama masa studinya.

Hal yang bisa saya petik dari cerita ini adalah dengarkanlah firasat orangtua dan para sahabat, apalagi dalam hal pernikahan.

9. Pemeriksaan Ultrasonografi

Anjali dan Arundhati adalah sepupu yang hamil pada saat bersamaan. Mereka saling mengabari keadaan masing-masing. Anjali tinggal di Amerika, sedangkan Runu (demikian Arundhati dipanggil) ada di India.
Mulanya komunikasi mereka lancar, hingga Anjali mendapati hal ganjil ketika ia menelepon sepupunya tersebut. Akhirnya, Runu menelepon Anjali diam-diam, mengatakan bahwa ia ketakutan karena mertua dan suaminya ingin ia mengaborsi janin yang dikandungnya karena diduga berjenis kelamin perempuan.

Di India, bagi kasta tertentu, mereka menginginkan anak pertama adalah laki-laki, sebagai simbol harkat dan martabat marga. Saya pernah menonton acara yang dipandu oleh Aamir Khan tentang realitas kehidupan di India, dan hal ini pernah menjadi topik dalam acara tersebut. Miris rasanya, ada keluarga yang rela membunuh darah daging sendiri gara-gara jenis kelamin. Di bab ini, ada satu kalimat yang sangat menohok, “di India, dunia dikuasai oleh laki-laki.”

10. Perselingkuhan

Abha dan Meena adalah sahabat karib. Suami Abha, Ashok, juga cukup akrab dengan Meena. Suatu sore biasa, Ashok tiba-tiba memberi kabar pada Abha bahwa Meena berselingkuh. Biasanya Meena mengatakan apa saja pada Abha, tapi tidak tentang hal itu.
Di pesta ulang tahun perkawinan kerabat mereka, Meena datang memakai choli minim dan berdansa dengan Ashok, membuat Abha curiga bahwa ada sesuatu dengan keduanya.
Ditambah dengan kunjungan tak terduga dari suami Meena ke rumah Abha. Srikant dengan canggung mengatakan bahwa ia akan bercerai dengan Meena. Timbul iba dan simpati pada Srikant, dan ada getaran lain yang dirasakan oleh Abha, sesuatu yang tidak ia rasakan ketika bersama Ashok.

Kisah ini mengambil tema pasaran sebetulnya. Namun Divakaruni mampu mengemasnya dengan menarik. Saya menyukai deskripsinya, penggambaran Abha yang rapuh dan Meena yang dinamis.

11. Bertemu Mrinal

Asha bercerai dari suaminya Mahesh. Mereka memiliki anak laki-laki usia remaja bernama Dinesh yang gandrung akan musik metal.
Suatu hari, Asha mendapat kejutan. Sahabat sekaligus rival masa remajanya, Mrinal, meneleponnya dan mengatakan ingin bertemu.
Mrinal yang lebih cantik, cerdas, sukses dalam karir, tapi belum juga menikah. Ia berkata ia puas dengan yang dimilikinya, puas dengan pandangan kagum laki-laki yang dijumpainya, dan ia tak mau merosot menjadi seorang ibu rumah tangga. Asha tersentak mendengar perkataan Mrinal. Ia bercerita tentang betapa Mahesh mencintainya, dan keluarganya yang harmonis. Mrinal iri dengan apa yang dimiliki Asha, demikian juga sebaliknya.

Manusia memang tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya, dan pepatah rumput tetangga terlihat lebih hijau juga benar adanya, terutama dalam kisah ini.

Benang merah dari seluruh kisah ini adalah perkawinan yang diatur. Hingga saat ini, praktek perjodohan masih berlaku di kalangan orang India, bahkan keturunan India yang tinggal di Indonesia (soalnya kerabat saya pernah curhat tentang hal ini). Kedengaran kuno, tapi di zaman modern di mana orang-orang sibuk dengan pekerjaannya, perjodohan menjadi salah satu solusi untuk mencari pasangan hidup.

Secara keseluruhan, saya menyukai buku ini yang kental dengan adat dan tradisi India. Mungkin para imigran bernasib lebih baik karena adat tidak terlalu ketat mengungkung. Untuk perempuan yang tinggal di India, sudah harga mati harus mengikuti adat dan keinginan keluarga. Apalagi perempuan yang sudah menikah, ia sudah dianggap menjadi milik suami dan mertuanya.
Beberapa perempuan dalam kisah ini mendambakan kebebasan dengan cara melarikan diri atau bercerai, yang merupakan aib bagi masyarakat India.
Saya juga belajar beberapa kosakata India (ada glossary di halaman belakang). So far, buku ini merupakan buku kumpulan cerita favorit saya.

quotes

Sudah menjadi takdir perempuan untuk meninggalkan apa yang sudah dikenalnya dan memasuki yang tidak dikenalnya. (hal. 29)

Negeri keparat ini, seperti dain, tukang sihir—pura-pura memberi, lalu merebut semuanya kembali. (hal. 73)

Perempuan bukan boneka atau budak. (hal. 226)
Dia akan menyadari bahwa hidup yang sempurna hanyalah ilusi. (hal. 359)

20131206-071243.jpg

Happy Friday ^^

20131128-083529.jpg


[Review] Jika: dan hanya Jika

Judul      : Jika (dan hanya jika)
Editor    : Windy Ariestanty
Penerbit : Gagas Media
Genre    : Kumpulan Cerita
ISBN    : 978-979-780-64-15

Buku ini adalah hadiah pertama dari Secret Santa :) Yes, I got two books hehe... Terima kasih ya, dear Santa. 

Buku ini jelas-jelas tipe buku saya. Pertama, seperti membaca puisi liris dalam versi prosa. Kedua, saya selalu suka kumpulan cerpen. Dan untuk tipe kumcer, buku ini lumayan berisi. Ada 12 cerita dari 12 penulis berbeda, plus 'pengantar' dari Windy Ariestanty yang menjadi editornya. 

Konsep buku ini cukup menarik. Setiap penulis membuat ceritanya berdasarkan foto dan berpusat pada kata 'jika'.

Read more »

Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa – Maggie Tiojakin

ab-surd. tidak masuk akal, bodoh, konyol, tidak layak

In order to attain the impossible, one must attempt the absurd. – Miguel de Cervantes

Begitulah yang saya baca di lembar pertama buku kumpulan cerita karya Maggie Tiojakin. Ada apa ini? Absurd sampai ditulis berturut-turut dua kali. Peringatankah? *balik cover belakang*

SELAMAT, ANDA TERSESAT!

Tarik napas. Tahan.

Selama Kita Tersesat di Angkasa

Selama Kita Tersesat di Angkasa

Mari kita mulai saja perjalanan ke luar angkasa bersama Maggie, seberapa jauh saya tersesat, bisakah saya pulang ke bumi? Terhitung dari mulai saya menerima SKTLA dari Santa sampai malam ini 29 Januari 2014.

……………………………….

…………………………….

…………………..

Saya berhasil pulang! Dan di bawah ini akan saya ceritakan bagaimana perasaan saya ketika tersesat. Lumayan lama juga saya tersesat, hampir sebulan saya membaca 14 cerita pendek dan bonus dan ekstra, memang hanya 241 halaman, tapi saya ingin meresapi perasaan yang ditimbulkan dari SKTLA.

hampa.

bengong.

kening berkerut.

meringis.

kaget.

takjub.

gila.

Candumu sungguh memikat, Maggie.

Sebelumnya saya cerita sedikit boleh ya? Dulu, jaman saya kuliah saya sangat suka baca cerpen, namun lama kelamaan cerpen menjadi semakin absurd dan susah dimengerti, entah otak saya semakin tumpul atau tenggelam dalam ratusan halaman lebih menarik ketimbang beberapa halaman cerita? Berkali-kali saya dikecewakan oleh ending yang ga jelas, seakan semakin tidak dimengerti pembaca, cerita itu semakin sukses. *itu menurut pemikiran atau alasan otak lemot saya aja kali* Yang jelas sudah lama sekali saya tidak membaca kumpulan cerita. Berkat kado di Santa, saya kembali membaca kumcer. Kenapa SKTLA menjadi salah satu buku incaran saya? Selain nama Maggie Tiojakin yang sudah saya kenal sebelumnya lewat karyanya Winter Dreams, tampilan cover yang unik sangat menggoda untuk dikoleksi. Sedikit mengingatkan saya akan tipe-tipe video klip Smashing Pumpkin dan Oasis *mak, keliatan angkatan lawas* ilustrasi Staven Andersen ini keren abis, apalagi gambar bulan sabit berbentuk yin dan yang yang juga menjadi bonus notes cakep yang eman untuk dipakai.

Saya tidak akan menceritakan inti kesemua cerita, tapi saya mengambil dua cerita yang berkesan dan lumayan bikin book hangover. Kisah pertama adalah pembuka SKTLA yaitu Tak Ada Badai di Taman Eden. Anouk dan Barney, pasangan suami istri yang awalnya terkesan baik-baik saja namun ada suatu kejadian yang merusak hubungan mereka, tidak diperjelas oleh penulis peliknya hubungan tapi dari dinginnya percakapan dan ending yang ngawang membuat hati saya ikut merasa hampa. Kosong.

Cerita selanjutnya Kristalnacht. Diceritakan dalam format wawancara dokumentasi sejarah yang akan ditayangkan sebuah televisi nasional. Dibuat berdasar kisah nyata yaitu saat pengikut parta Nazi menyerang kediaman Yahudi tahun 1938. Nara sumber tayangan adalah anak yang berhasil lolos dari perang. Kalimat terakhir cerita ini menimbulkan efek yang hampir sama dengan cerita pertama. Seakan waktu mendadak berhenti.

Pelan. P e l a n. S e  m   a    k    i     n     p      e     l       a     n.

Mungkin kalian saat membaca review saya ini mikir, ih Mia, lebay! Tapi memang begitulah yang saya rasakan, penulis membiarkan kita tenggelam dalam pikiran kita sendiri. Itu dia bedanya dengan cerita-cerita penulis lain, saya dibuat kecele tapi tidak menimbulkan after efek begini. Saya pikir di sinilah kepiawaian pencerita dari kisah atau pun tema yang biasa kita jumpai sehari-hari, seperti tema kisah-kisah lain di buku ini, menjadi luar biasa di tangan Maggie Tiojakin.

Saya tidak akan berpanjang-panjang lagi, masih banyak kisah yang menarik laiinnya silahkan rasakan sendiri dan mari tersesat bersama Maggie Tiojakin. Banyak pertanyaan yang muncul? Jangan khawatir, Maggie siap menjawab pertanyaan anda, silahkan cek di sini.

celebrate christmas with me-bbi

Nah kemudia kita masuk ke bagian menebak Santa yang sudah berbaik hati memberikan buku ini. Jreng jreng. Dari kata kunci yang Santa sebutkan ternyata adalah kalimat yang diucapkan Duo Maxwell tokoh dalam Gundam, dan teman BBI yang suka Gundam tak lain tak bukan adalah Mide. Ihiy! Thank you, Mide bukunya :)

PS : Bulan pertama saya ikutan kedua posting bareng BBI deh, moga-moga bisa ikut sampai Desember 2014 :p

postingbarengBBI2014_zps79d76ac0

 


Jika by Windy Ariestanty, Alanda Kariza, Rahne Putri dkk

Jika
dan hanya jika

Oleh Alanda Kariza, Artasya Sudirman, Bella Pangabean, Desiyanti, Feba Sukmana, Gita Romadhona, Hanny Kusumawati, Mita M Supardi, Nanette Isdito, Novi Kresna Murti, Stella Ang, Windy Ariestanty
Kumpulan cerita
Diterbitkan Agustus 2013 oleh Gagas Media
224 hlm

***

Apa yang tebersit dalam hatimu, saat kaki sudah menjejak di masa sekarang, tetapi sebuah ingin masih tertinggal di masa lalu? Kau mungkin berharap semesta mengulang jika. Apa yang memenuhi harapmu saat melihat esok masih terlalu gulita dan gelap tak mampu kau kira? Kau mungkin mendamba banyak jika. Jika, dan hanya jika. Tiga belas penulis mengabadikan rentak yang mereka temui di perjalanan dalam foto. Lalu, mereka beri “jika” ke dalamnya, ditambah rindu, cinta, dan harapan yang kadang hampir selesai. Menjelmalah, tiga belas “jika” penuh warna.

Angan-angan. Bersama napas yang kuhidup dan 
kuembus, jutaan khayal bertransformasi menjadi energi 
yang memompa nadi, mengirimkan pesan pada hati
mengajak diri untuk memulai suatu perjalanan.

Don't judge a book by it's cover lama-lama nggak berlaku lagi buat saya. Dari dulu, buku dengan cover cantik-menarik-dan ciamik selalu berhasil menarik perhatian, entah apakah isinya sepadan dengan bentuk fisik tersebut atau tidak. Begitu juga dengan Jika. Cover ini buat saya gorgeous banget! Penggunaan ambigram kata Jika di cover sangat unik (Ambigram: Jenis typografi dimana sebuah kata bisa tetap dibaca sama meskipun dari berbagai sudut pandang. Coba bolak balik cover buku Jika ini sebagai contoh), kayaknya baru sekali ini saya nemu buku dengan ide desain cover yang pakai ambigram.

Tapi Jika tidak hanya memuat kumpulan cerita. Halaman-halamannya dihiasi dengan foto-foto indah yang membuat pembacanya lebih menikmati dan meresapi setiap cerita maupun sajak yang ada. Pada Setumpuk Jika di Manhattan, Alanda Kariza menghadirkan sosok Navita yang sedang mencari Ayahnya di New York demi menjadi wali dalam pernikahannya dengan Leo. Jika saja aku tidak membuat Ayah dan Bunda berpisah, semuanya tidak akan menjadi seperti ini adalah premis dari cerita pembuka tersebut.

Lalu Rahne Putri hadir dengan Kisah Cinta di Balik Pintu Renta yang sangat menyentuh. Saya sudah lama follow beliau dan selalu terkesan tiap kali membaca sajak-sajaknya di Sadgenic, dan bagian partisipasi Rahne dalam omnibus Jika punya sebuah paragraf yang jadi favorit:

Sebuah mimpi tidak selayaknya egois terhadap mimpi yang lain. Biarkanlah mimpi berkembang, dan biarkan cinta tersimpan di sela-selanya. Biarlah jarak dan waktu menjadi benalu sementara, dan jika kau percaya, cinta bisa kau bangunkan sewaktu-waktu bersama-sama.


Apa yang kamu ketahui tentang kehilangan? Hanny Kusumawati menanyakan itu melalui ceritanya Tentang Kehilangan. Saya nggak pernah suka cerita yang mengandung unsur infidelity, tapi Hanny bercerita melalui sudut yang berbeda. Disini ada Alia yang kekasihnya baru saja meninggal. Diaz tidak hanya meninggalkan Alia, tapi juga Bening, istri Diaz yang sudah lama tahu tentang hubungan sang suami dengan Alia. Entah kenapa, di antara jika-jika lain, Tentang Kehilangan justru malah jadi yang paling berkesan.

Tetapi layaknya karya maupun kumpulan cerita lain, Jika juga punya kelebihan dan kekurangan. Di luar tiga cerita yang saya sebut diatas, ada sepuluh bagian lain dengan khas masing-masing penulis yang berbeda. Tidak semua dalam omnibus ini bagus, ada yang terasa biasa dan mudah dilupakan begitu saja. Juga sayangnya, tidak semua dari ketigabelas cerita yang ada benar-benar meresonansikan kata Jika. Kebanyakan dari kisah-kisahnya bernada suram, dengan kata-kata puitis disana-sini. Jika tidak spesial, tapi membelinya pun tidak rugi, apalagi jika melihat foto-foto cantik yang ada di dalam. A picture tells a thousand words, dan kadang mereka justru lebih bisa dinikmati dibanding cerita dari si penulis. Favorit saya terutama foto-foto yang ada di balik Between The Last Train Leaving and The First Train Arriving-nya Novi Kresna Murti, yang meng-capture sudut kota Osaka, Berlin, dan Barcelona dalam berbagai musim dengan sangat ciamik.

Jadi, jika kamu penggemar kumpulan cerita maupun sajak dan senang mengapresiasi fotografi, I would recommend this book for you. Especially if you're a #GagasAddict, make sure not to pass this one. :)

Aku musafir asa.
Asaku melilit jelita.
Asaku menjerat keindahan.
...
Andai kau masih mau ikutku berjalan, mari, siapkan mimpimu.
Kau harus tau pasti ke mana arah yang dituju dan di mana kau kan berlabuh.
Aku bukan nahkoda, kau bukan penumpang.
...
Ingat saja, asa milik mereka yang siap bertualang.
Asa milik mereka yang terus menjaga cahaya imaji.
Asa milik mereka yang berjuang demi cita.

See you in the next review!

PETUAH AJAIB REVIEW

Title: Kumpulan Dongeng Bobo #6, Petuah Ajaib | Publisher: PT Penerbitan Sarana Bobo | Status: Owned book | Price: Rp8.000,- | Purchase location: Gramedia Veteran Banjarmasin | My rating: 5 of 5 stars *** Bagaimana seandainya jika kita menemukan seorang pedagang di pasar yang tampaknya tidak menjual apa-apa? Setelah ditanya, ternyata pedagang tersebut menjual petuah […]

Sakinah Bersamamu


Judul Buku: Sakinah Bersamamu: Belajar Lebih Bijak Berumah Tangga melalui Cerita
Pengarang: Asma Nadia (juga memuat karya Galuh Chrysanti)
Penerbit: Asma Nadia Publishing House
Tahun Terbit: 2010

17 Cerita pendek dilengkapi pembahasan oleh Asma Nadia. Jadi ceritanya baca novel sambil mempersiapkan rumah tangga, hehe. Setiap cerita memiliki sisi yang berbeda: masalah komunikasi, penampilan, anak, dll.  

Inti buku ini adalah mengingatkan kembali kita sebagai istri ataupun suami, yang karena telah lamanya mengarungi pernikahan sehingga kita tak lagi awas akan letak kebahagiaan, lamur akibat 'toilet's effect' pada pernikahan.

"seringkali kita mencarinya terlalu jauh kemana-mana, padahal bahagia itu dekat. Ada pada setiap hati yang bersyukur. Kalbu yang bisa melihat dengan jelas deretan karunia Allah limpahkan kepadanya, dan bukan sibuk menghitung apa yang tidak dia miliki."

Berbeda dengan quote yang diusung Asma Nadia untuk buku ini, "Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna, tapi menerima pasangan kita dengan sempurna.", saya justru lebih tertarik dengan quote di atas. Inti kebahagiaan adalah syukur, bukan? ;)

Selain karya Asma Nadia sendiri, buku ini juga memuat cerpen Galuh Chrysanti berjuadul "Kalung"--yang kemudian menjadi favorit saya dalam buku imi.

Rate untuk buku ini





Problem at Pollensa Bay (Masalah di Teluk Pollensa)



Judul: Problem at Pollensa Bay and Other Stories
Judul Terjemahan: Masalah di Teluk Pollensa
Penulis: Agatha Christie
Penerjemah: Widya Kirana
Tebal: 288 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Terbit: November 2001 (cetakan keempat)


Masalah di Teluk Pollensa berisi delapan cerita pendek dengan genre dan tokoh yang berbeda. Enam cerita lebih berat ke arah misteri, sedangkan dua cerita lain condong ke arah drama. Inilah kedelapan cerita tersebut:

1. Masalah di Teluk Pollensa (Problem at Pollensa Bay)
Pertama kali dipublikasikan di Strand Magazine edisi 539 pada bulan November 1935.
 
Mr Parker Pyne, "spesialis ketidakbahagiaan" yang tengah berlibur di Majorca dengan enggan turun tangan membantu seorang ibu yang merasa anak lelakinya berhubungan dengan seorang gadis yang tidak baik.

Baca selengkapnya »