Travel in Love




Penulis: Diego Christian
Penerbit: Noura Books
Cetakan: I, April 2013
Jumlah hal.: 324 halaman
ISBN: 978-602-7816-42-8

Di peron stasiun,
Aku berdiri dengan carrier 85 liter di sisi. Sebentar lagi rangkain Argo Parahyangan akan membawaku mengawali perjalanan 30 hari: Jawa, Bali, dan Lombok.

Di atas bukit bintang,
Aku ditemani seorang sahabat yang masih berduka atas kekasihnya. Seperti aku yang belum merelakan si Pecinta Gunung, laki-laki si pemilik senyum teduh.
Di atas kapal yang berayun,
Aku harus kuat menghadapi hadirnya si Orang Asing. Juga ketika banyak rahasia yang terungkap atau kata-kata yang dulu tak terucap.
Di pantai yang indah,
Aku duduk menatap laut, sejauh ini aku tak tahu cinta macam apa yang kutemui di perjalanan ini. Karena perjalanan ini terlalu panjang untuk dilalui sendiri.
Di perjalanan ini,
Aku ingin kamu menemaniku....
***

Buku ini perpaduan antara buku traveling dan fiksi. Saya paham bahwa buku ini sebenarnya adalah pengalaman perjalanan yang di fiksikan. Ini semakin terasa saat penulis menceritakan secara detail alur jalan yang dilalui tokoh utamanya, Paras.

Sejujurnya ini adalah novel traveling pertama yang saya baca. Buku ini saya beli beberapa bulan lalu, dan sudah selesai saya baca di awal bulan Oktober, namun entah kenapa saya benar-benar lupa untuk menulis resensinya. Saya baru menyadari saat melihat pembatas buku magnetic-nya di kulkas pagi ini. Akhirnya saya pun mengecek daftar novel yang diawali hurut T untuk mengecek resensinya. Ternyata memang belum saya buat. He..he..

Paras melakukan traveling ini bersama sahabatnya, Jatayu. Mereka punya tujuan yang sama yakni melepaskan masa lalu. Paras ingin melupakan Kanta dan cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Jatayu ingin merelakan kepergian Kelana, saudara kembar Kanta, yang meninggal karena terlalu banyak menghirup asap belerang saat memimpin pendakian ke Gunung Semeru.

Baca selengkapnya »

Sketsa Terakhir




Penulis: Kei Larasati & Vanny PN
Penerbit: PlotPoint Publishing
Cetakan: Pertama, Juni 2013
Jumlah hal.: viii + 221 halaman
ISBN: 978-602-9481-37-2

Saat waktu akhir mendekat, hidup terlihat seperti jalinan garis-garis yag kutorehkan di buku sketsa milikku. Serapuh helai kerta yang bisa kuremukkan saat garis-garis yang gagal tak bisa dihapus lagi. Aku sadar, keinginan hati tak bisa dibohongi. –Tio

Ketika ada cinta yang tulus memilihku, aku tetap tidak kuasa untuk tidak mengejar cinta yang kupilih. –Rena

Aku pikir hidupku akan sempurna bersama Tia. Kenapa Tuhan menciptakan akhir? Menciptakan sakit yang tak bisa diobati. –Dru

Aku menunggumu. Selalu. – Martin

Ini adalah kisah tentang ketulusan. Dalam persahabatan dan dalam cinta. Saat waktu tak berpihak padamu, sejauh mana ketulusan akan membawamu.
***

Sebuah cerita tentang persahabata, cinta, dan pilihan. Siapa yang menduga bahwas sebuah penyakit akan membawa hubungan di antara keempat tokoh ini menjadi rumit. Memaksa mereka membuat pilihan dan menghadapi kenyataan.

Tio Anata seorang design  director di Ruang Desain, usaha yang dia bangun bersama sahabatnya, Martin. Hidup Tio seketika berubah saat vonis dari dokter ia terima. Ia menderita Leukimia Mielositik Akut. Dokter berkata bahwa waktunya hanya tinggal 2-5 tahun lagi. Sejujurnya, ia sudah menduga hal itu. Mengingat ibunya pun meninggal karena kanker. Awalnya Tio menghadapinya dengan menutup diri. Ia memutuskan pertunangannya dengan Dru.
Baca selengkapnya »

Blue Romance




Penulis : Sheva
Penerbit: PlotPoint Publishing
Cetakan: Kedua, November 2012
Jumlah hal.: vi + 216 halaman
ISBN : 978-602-9481-16-7

Buku ini membuat saya tertarik sejak pertama melihatnya di Rumah Buku. Entah kenapa saya sangat suka membeli buku yang covernya menampilkan gambar secangkir kopi dan ceritanya berhubungan dengan kopi. Honesty, saya bukanlah penggila kopi akut. Saya memang sangat suka menenggak bergelas-gelas cappucino saat suntuk atau saat full inspirasi dan butuh dopping agar mata tetap melek.(^_^)v

Blue Romance adalah sebuah omnibook dimana beberapa cerita saling berhubungan secara tidak langsung. Dalam buku ini Kafe Blue Romance adalah tali penghubungnya. Semua cerita menggunakan kafe tersebut sebagai latarnya. Sebuah kafe yang buka 24 jam dengan interior yang unik. Kafe ini punya jendela kaca besar yang dipenuhi tulisan-tulisan. Selain itu dindingnya dipenuhi berbagai hal yang dibagikan oleh dan kepada pengunjung kafe ini. Ada foto-foto polaroid hingga post-it yang menarik. Hm..membaca deskripsinya saya yakin saya pun akan suka nongkrong lama di kafe ini sambil memerhatikan sekitar dan menulis berbagai hal yang berseliweran di kepala saya. (kenapa jadi curhat gini yah?)

Baca selengkapnya »

Stasiun




Penulis : Cynthia Febrina
Penerbit : PlotPoint Publishing
Cetakan : Pertama, Mei 2013
Jumlah hal.: 171 + viii
ISBN : 978-602-9481-36-5

Buku ini sudah membuat saya tertarik beberapa kali di toko buku dan akhirnya saya pun membeli buku ini pada bulan Agustus berbekal THR yang saya dapat dari keluarga. Saya tertarik dengan covernya yang menarik. Selain itu saya merasa bahwa cerita ini terasa lebih akrab oleh saya karena saya pribadi pun pernah mengalami perjalanan menggunakan kereta ekonomi dan Commuter Line.

Buku ini mengambil sudut pandang orang pertama namun dalam kacamata dua orang tokoh utama yakni Adinda dan Ryan. Keduanya punya latar belakang yang berbeda. Adinda adalah pendatang baru dalam “Survival di dunia perkeretaan” sedangkan Ryan adalah “anak kereta” sejati.

Baca selengkapnya »