[Review #46] Pretend to be Nice by Lia Indra Andriana

Pretend to be NiceTitle : Pretend to be Nice

Author : Lia Indra Andriana

Publisher : Puspa Swara

Total pages: 138 pages

Buy From : Toko buku bekas deket rumah (IDR 7,000)

Rate : 3 of 5 stars

Sinopsis : 

Nafta, cewek cantik, pujaan banyak cowok. Selain baek dan selalu juara kelas, dia juga calon pelajar teladan. Pokoknya SEMPURNA deh! Tak ada yang tahu kalo sebenarnya Nafta gak sesempurna itu. Sampe Aji, teman sebangku yang naksir abiz Nafta, mulai tahu kebiasaan-kebiasaan ‘aneh’-nya. Tahu gak??? Di balik sikap anggunnya, ternyata urusan makan Nafta rakus juga! Di depan teman-temannya, dia makan dikiiit banget. Tapi diam-diam di belakang kelasnya, Nafta menghabiskan porsi sesungguhnya yang membuat Aji tercengang! Itu tuh… porsi abang becak yang habis ngayuh becaknya Jakarta – Bogor pepe… Hehehe… Trus, gimana dong sikap Aji? Dia masih suka sama Nafta nggak ya? Belom lagi Alben juga gencar banget deketin Nafta… Penasaran mau tahu lanjutan ceritanya? Tunggu apalagi? Cek this out gals…

Hai teman-teman sekalian! Sudah lama sekali tidak posting, kangen banget :(

Jadi, sebenarnya aku sudah pernah baca buku ini saat kelas 1 SMP (kalau nggak salah ingat), tapi karena dulu belum ada istilah review di kamusku, jadinya setelah baca ya sudah. Hehe, kemudian, pas lagi lihat-lihat obralan buku-buku lama di dekat rumah, ehh ada buku ini, langsung nostalgia dan beli buku ini deh. Apalagi, pengarangnya adalah salah satu pengarang favoritku, kak Lia (yang baru aku sadari sekarang kalau ini adalah bukunya, kemana aja ya Jo selama ini???)

Setiap buku, pasti ada kekurangan dan kelebihan, tentu termasuk buku ini. Apalagi, buku ini adalah buku kedua yang diterbitkan oleh Kak Lia. Yang aku perhatikan adalah, gaya bahasa kak Lia disini jauh jauh jauh berbeda dari yang sekarang (Contoh : Khokkiri, Good Memories).

Kalau di buku ini, gaya bahasa kak Lia masih sedikit amburadul dan, mungkin bisa dibilang lepas. Seenaknya hati menulis, gitu. Kalau buku-buku sekarang lebih tertata dan rapi, dan mungkin bagi sebagian orang lebih enak dilihat. Hehehe.

Pertama, aku akan bahas tentang cover. Cover buku ini sih menarik, warnanya girly banget, tapi aku suka. Pokoknya, covernya nice. Menarik perhatian orang untuk langsung beli dan bawa pulang ke rumah. Hehehe. 4 dari 5 bintang deh untuk cover.

Kekurangan dari buku ini adalah… hmmm.. banyak typo yang masih bertebaran dimana-mana. Kalau bukunya kak Lia yang sekarang kan, minim typo. Kalau disini, sepertinya masih banyak sekali. *aku bukan ahli sih, cuma yang kira-kira salah aja hehehe*. Mau lihat?

Hal 12 – harusnya Tante Diana yang jadi pemilik kos (di hlm 11), tapi disini malah ditulis Tante Dewi.
hal 25 – “Terang aja, kamu minta bantuan dia waktu ulangan. Coba sebelum ulangan, dia pasti bantu kamu. Aku aja pernah minta tolong ke dia kok” padahal yang lainnya pakai gue loe, tiba-tiba pakai aku kamu
hal 25 – “Kelas kita juga dapet tugas?” tanya Aji heran. Ia merasa minggu ini tidak ada tugas sama sekali.
“Gue yakin loe nggak dengerin,” komentar Aji datar. Masa Aji nyahutin Aji? :))) seharusnya Rudy
hal 25 – Aji tertawa, “Hidup itu jangan dibuat susah, man. Ngapain mikir tugas tiap hari. Tugasnya aja nggak pernah mikirin kita kok. Lagian kan cuma tugas komputer. Keciiil.”
“Ye, bagi loe sih kecil, loe emang jago komputer. Lha gue yang sama sekali nggak ngerti komputer ini, nasibnya gimana?” Aji bertanya. <– sepertinya ini seharusnya Sandy atau Rudy.
 hal 40 – Nafta dan dia kan cuma selisis 7 tahun doang.” <– selisih
nah, banyak kan hehehe. 2 dari 5 bintang untuk ini.
Untuk kelebihan buku ini, alurnya lumayan, walaupun sebenarnya klise, tapi ceritanya lumayan enak untuk dibaca. Kemudian, kesan yang ditimbulkan saat membaca itu, Aji cowok baik bangettt yang udah tahu cewe pura-pura, tapi masih suka hihihi. 3 dari 5 bintang untuk ini.
Jadi, apakah kalian penasaran untuk membaca buku ini? Cukup recommended lho :D

 


[Resensi Novel Remaja] Diary Princesa by Swistien Kustantyana (+ GIVEAWAY voucher belanja Gramediana)


[Catatan: demi independensi, buku yang diresensi di blog ini dibeli sendiri oleh peresensi]

Every cloud has a silver lining…

"Menurutmu kenapa Aksel menyukaiku?" aku melemparkan pertanyaan cheesy kepada Sisil. Sisil tertawa. "Kamu ingin mendengarkan pujian terus ya hari ini? Tentu saja karena Princesa itu cantik, pintar, dan baik hati."

Aku tertawa mendengar jawabannya. Seandainya saja Sisil tahu, aku mengharapkan jawaban lain kenapa Aksel menyukaiku. Jawaban yang tidak standar. Seperti jawaban milik Nathan.

Princesa atau akrab dipanggil Cesa adalah cewek yang penuh percaya diri. Dia tahu kalau dia itu cantik, pintar, populer, dan banyak yang naksir. Cesa bisa saja memilih cowok mana pun untuk dijadikan pacar, enggak bakal ada yang nolak deh! Kecuali cowok yang satu itu. Cowok yang menjadi sahabat kakaknya, Jinan. cowok yang Cesa tahu menyimpan rasa hanya untuk kakaknya.
Pengarang: Swistien Kustantyana
Penyunting: Laras Sukmaningtyas
Perancang sampul: Neelam Naden & Aldy Akbar
Penerbit: Ice Cube (KPG)
Tebal: 260hlm
Harga: Rp44.000
Rilis: Februari 2014
ISBN: 978-979-91-0679-7

Selalu menyenangkan membaca novel yang di dalamnya juga banyak menyebut atau menceritakan tentang novel/buku lain. Tentu, lebih mudah terhubung dengan mood baca jika ternyata buku-buku yang disebut itu sama dengan buku yang pernah saya baca. Atau sebaliknya, jika buku-buku yang disebut di buku belum pernah saya baca, bisa jadi referensi untuk mencari buku-buku itu nantinya. Diary Princesa ini juga banyak menyebut judul-judul buku populer, sehubungan dengan salah satu tokohnya, Jinan, yang memang gemar membaca.

Baca sampai habis yaaa...

[Resensi Novel Teenlit] Touche Alchemist by Windhy Puspitadewi


Teenlit dengan sentuhan yang lain…

Sinopsis


Hiro Morrison, anak genius keturunan Jepang-Amerika, tak sengaja berkenalan dengan Detektif Samuel Hudson dari Kepolisian New York dan putrinya, Karen, saat terjadi suatu kasus pembunuhan. Hiro yang memiliki kemampuan membaca identitas kimia dari benda apa pun yang disentuhnya akhirnya dikontrak untuk menjadi konsultan bagi Kepolisian New York.

Suatu ketika pengeboman berantai terjadi dan kemampuan Hiro dibutuhkan lebih dari sebelumnya. Pada saat yang sama, muncul seseorang yang tampaknya mengetahui kemampuannya. Kasus pengeboman dan perkenalannya dengan orang itu mengubah semuanya, hingga kehidupan Hiro menjadi tidak sama lagi.

Pengarang: Windhy Puspitadewi
Ilustrator: Rizal Abdillah Harahap
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 224hlm
Rilis: Maret 2014
Harga: Rp48.000
ISBN: 978-602-03-0335-2
Keterangan: sekuel dari Touche

Tanpa punya bekal telah membaca Touche, saya tetap memberanikan mencomot Touche Alchemistkarya Windhy ini. Dan, sungguh menyenangkan membaca buku tanpa persiapan seperti ini. Meskipun, tentu saja, saya sudah harus menyiapkan diri bakal mengumpat karena kecewa atau mendesah lega karena puas telah meluangkan waktu membacanya. Sebut saja, saya sedang berjudi dengan selera. Saya bersyukur, kali ini saya beruntung. Buku ini memuaskan selera saya.
Baca sampai habis yaaa...

[Book Review #95] Reasons

Penulis: Aditia Yudis
Penyunting: Ida Wadji, Jason Abdul
Penerbit: Noura Books
Cetakan pertama, Juli 2013
Tebal: 332 halaman
ISBN: 978-602-7816-41-1
Rating: 3 dari 5 bintang
Bisa didapatkan di: Bukukita

Blurb:

Adeline dan Amber bertemu dalam satu titik kehidupan. Mereka punya impian yang sama. Tapi hanya satu yang bisa mencapainya. Awalnya, mereka pikir persaingan itu hanya sementara. Tapi ternyata masa depan mereka pun saling bertautan, karena beberapa alasan...

Review:

Adeline dan Amber, sama-sama bersekolah di tempat yang sama. Sama-sama mengikuti Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh universitas yang menjadi impian mereka berdua, Universitas Indonesia. Karena hadiah lomba tersebut adalah tiket untuk memasuki UI dengan jalur khusus.

Awalnya hubungan keduanya biasa saja. Mereka tahu mengenai satu sama lain tapi tidak mempersalahkannya. Tapi sesuatu berubah sejak pengumuman Lomba Karya Ilmiah tersebut. Adeline memenangkan lomba tersebut sekaligus menggusur peluang Amber untuk masuk UI melalui jalur khusus tersebut.

Read more »

#14 Racing Savannah by Miranda Kenneally




EBook format
Publisher Sourcebooks Fire, December 3rd 2013
Rating 3,5/5
At first, I thought that this is gonna be like a Cinderella story in modern way. But then it turns out to be a bit different. Ok, a bit different I said. But forget about fairy godmother, helpful mice and glass shoes and malicious step sisters. This Cinderella really works on becoming an honorable princess with degree and pride.

Savannah Barrow, a seventeen year old girl just moved out from West Virginia to Cedar Hills, Tennessee. There, the Barrow family would start a new life serving their new boss, Mr. Goodwins and family. This family has a  horse farm that breed racing horses. Star, a young wild horse has a bright future to be the next star, unfortunately this young horse only feels comfortable around girls. Savannah has fallen for this horse for the first time. She apparently falls for the owner, too, Jack Goodwins. Savannah has a great chance to be the jockey of Star in prestigious races as well as change her family condition. But, the chances to be the successful horse jockey is as great as to get paralyzed since this sport is brutal.

This third Seri of Hundred Oaks is a bit different from the previous series I read, Stealing Parker and Catching Jordan. Parker and Jordan are from prominent families with wealth that can support their dream (they still fight for it,though). Savannah is from underprivileged family that college is a far cry. Not to mention to get attention from Jack. The similarity is that 3 of them work hard on reaching what they want to be. Despite the wealth, Jordan has a very difficult father to agree with her career. Savannah, her family condition influences her to get along with others, including girls. But, Miranda seemed to make her life easier by giving her Jack and family. Hmmm…. It’s different from some local dramatic drama, I guess hahaha…

Among 3 girls in these series, I think Savannah is the toughest, but I thought my favorite character is still Jordan. I don’t know why. I just love her. And Miranda didn’t put a lot of jokes here compared to Catching Jordan. Another thing that made me prefer Jordan (the story) is some scenes that might remind me of some sinetrons or Korean drama: the have-not girl working in the have-guy, doing household chores, such as mopping, serving meals, etc. Well, I think Miranda can do better than that in describing different classes between Jack and Savannah :D But still, the story is worth reading especially for those who love reading romance with some dreams to reach

[Review #47] Tears In Heaven by Kim Chonji

Title : Tears In Heaven.

Author : Kim Chonji.

Publishers : Hi-fest Publishing.

ISBN: 978-602-8814-25-6

Total pages : 172 pages.

Buy From : Obralan deket rumah IDR 15,000

Rate : 3 of 5 stars.

BLURB :

Han Geuk, seorang gadis penjaga toko sepatu loyal kepada pekerjaannya membuatnya selalu menjadi karyawan terbaik di Outlet Starseven. Namun, semua berubah saat seorang pemuda datang ke outlet tempatnya bekerja. 

Kisah menjadi makin rumit saat Pulau Jeju memberikan petualangan baru bagi Han Geuk yang ternyata memiliki rasa trauma pada hujan. Setiap kali hujan datang, Han Geuk akan jatuh pingsan bahkan nyaris merenggut nyawanya. 

Akankah Han Geuk mampu mengatasi traumanya pada hujan yang sebagian orang justru mendatangkan kerinduan, kebahagiaan dan kesejukan? Apa yang membuat Han Geuk trauma pada hujan? Siapa sebenarnya pemuda yang selalu hadir saat Han Geuk trauma pada hujan?

Akankah hujan menyatukan cinta Han Geuk dengan pemuda itu? 

“Hujan adalah tangisan penghuni surga.”

Sekian lama nggak ngepost, akhirnyaaaaa sempet post juga >///////<

Nah teman-teman, kali ini aku kembali dengan buku yang berjudul Tears In Heaven ini. Sejujurnya, dari judul pun ketahuan ya kalau buku ini sad ending. Dan yaaaaa, aku pecinta sad ending pun senang!

Jadi, mulai dari bahas cover nya yaaa. Buku ini bercover cukup simple, tapi mengena banget, makanya aku beli, ketahuan deh karena cover lust hehehe *pic menyusul*. Pokoknya, yaaaa 3,5 dari 5 bintang untuk si cover.

Kemudian, sebenarnya sih kualitas buku ini lumayan secara fisik. Tapi sayang, cover nya agak kurang tebal yaa, jadinya cepet mletat-mletot. Akhirnya, cover ini sudah hampir tak berbentuk deh, terlipat di belakangnya :(

Lalu, mulai membahas kualitas cerita, ceritanya sih lumayan oke. Aku suka alurnya, walaupun bisa ditebak, tapi okeelah bisa membuat aku sedikit tersentuh. 3 dari 5 bintang untuk ini.

Nah, untuk urusan typo, kali ini aku harus banyak protes. Bukannya sok jadi polisi typo, tentu saja aku nggak memperhatikan semua sampai detail banget, atau sok-sok jadi orang yang perfect untuk masalah tulisan, cumaaa masih banyaaaak banget typo yang berkeliaran. Kira-kira berikut di bawah ini beberapa typo yang ada :

Halaman 18 - diery. Seharusnya ini diary.

Halaman 23 – “apa sepatu ini cukup kuat” –> simple. Kurang tanda tanya.

Halaman 31 – terakhri. Seharusnya ini terakhir.

Halaman 35 – taka asing. Seharusnya ini tak asing.

Halaman 39, 52 – Han Gek. Seharusnya ini Han Geuk.

Halaman 55 – formulis. Seharusnya ini formulir.

Halaman 59 – Hen Geuk. Seharusnya ini Han Geuk.

Oh ya, dan ada satu cerita yang tidak nyambung. Maksudnya gimana Joo? Iya, jadi, di halaman 9 ditulis Lee Han Geuk berumur 25 tahun. Sementara di halaman 29 ditulis ayah meninggal saat usia 12 tahun. Kalau dihitung berarti kan 13 tahun yang lalu, betul? Tapi di halaman 42 ditulis 8 tahun yang lalu. Nah lho? saya bingung :))

Jadi, 2 dari 5 bintang untuk masalah typo dan kesalahan agak fatal penulis.

Oke, mungkin secara kualitas sudah saya sebutkan versi saya. Sekarang, saatnya review singkat :D

Jadi, Han Geuk, seorang gadis yatim yang bekerja di salah satu toko sepatu terkenal, Starseven. Sebagai gadis yatim, tentu ia tidak ingin mengecewakan dan mengkhawatirkan ibunya. Karena ia tinggal terpisah dengan ibunya, maka Han Geuk tidak memberitahu ibu nya kalau ia trauma pada hujan. Ia pun baru tahu beberapa hari lalu, saat ia untuk kesekian kalinya pingsan karena hujan.

Sebenarnya, ada satu alasan mengapa ia trauma pada hujan, karena ayahnya meninggal saat hujan deras, dan ia menyaksikannya sendiri. Namun tidak ada yang tahu mengenai hal itu, tentu saja kecuali ibunya. Suatu hari, Han Geuk terlihat tidak seceria dan sefit biasanya. Oleh sebab itu, Manager Kim membiarkannya cuti dan berlibur. Han Geuk pun menyetujuinya.

Sebelum itu, ada satu pelanggan yang mencurigakan. Laki-laki itu terlihat meneliti satu per satu sepatu yang ada di outlet itu, gerak-geriknya membuat Han Geuk merasa harus mengawasinya, karena ia yakin laki-laki itu pasti ingin mencuri.

Han Geuk memutuskan untuk berlibur di Pulau Jeju, yang ternyata sialnya ia malah bertemu lagi dengan laki-laki yang ia pikir ingin mencuri sepatu di outletnya. Untuk apa laki-laki itu di Pulau Jeju? pikir Han Geuk, tapi ia tak peduli. Mungkin, hanya kebetulan.

Di Pulau Jeju, hujan datang disaat Han Geuk sendiri, dan saat ia pingsan, dia diselamatkan oleh seseorang, bahkan orang itu membayar seluruh biaya rumah sakitnya. Kira-kira siapa ya? Tentu saja bukan si pemuda menyebalkan yang seperti ingin mencuri itu kan? pikir Han Geuk.

Sampai ketika Han Geuk kembali masuk ke kantor, dan ternyata ia memiliki bos baru. Sebut saja Bos Muda Lee. Tentu saja Han Geuk kaget, karena bos muda Lee adalah pemuda yang selama ini ia anggap menyebalkan!

Semenjak itu, Han Geuk yang merasa menyesal pun memperbaiki sikapnya pada bos muda Lee. Sementara, bos muda Lee memiliki perasaan terhadap Han Geuk, Han Geuk masih galau karena tiba-tiba seorang perempuan datang dan mengaku sebagai tunangan bos muda Lee. Tentu saja Han Geuk tidak mau menjadi perebut tunangan orang!

Akankah Han Geuk menerima cinta bos muda Lee? Atau ia membiarkan bos muda Lee kembali dengan perempuan yang mengaku sebagai tunangannya? Belum lagi, trauma Han Geuk terhadap hujan belum juga hilang. Siapa sih yang berhasil menghilangkan trauma Han Geuk? Katanya, hujan adalah tangisan para penghuni surga. Apakah dengan kata itu saja, Han Geuk bisa berhenti trauma? Nantikan jawabannya di buku ini ya :D

 


The Unfunniest Comedy – Wiwien Wintarto


The Unfunniest Comedy

Judul Novel: The Unfunniest Comedy
Penulis: Wiwien Wintarto
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2011
Jumlah halaman: 272 halaman
Blurb:

Hidup Bimo berubah drastis saat ia menjadi pelatih Teater Obah, ekskul teater di sebuah SMA di Semarang. Hari-harinya yang tenang berubah jadi superheboh bersama rombongan ABG yang ribut, ceriwis, doyan bercanda, dan cerewet minta ampun. Bimo pun jadi mirip monyet kesasar—pemuda yang terjebak masuk ke pergaulan anak-anak SMA.

Uniknya, ia bisa berteman akrab dengan mereka, terutama dengan Vian yang ayu tapi supertomboi. Bimo juga jadi “tempat sampah” alias tempat curhat para ABG itu. Masalah mereka biasanya berkisar tentang cinta. Lucunya, Bimo sendiri justru sedang tidak percaya pada cinta.

Di tengah perjuangan menegakkan eksistensi Ora Obah sebagai grup lawak pendatang baru yang potensial, pencarian semua orang berujung pada kesimpulan yang sama: cinta kadang-kadang bisa sangat tidak lucu...


REVIEW:
Kisah novel ini berada seputar kehidupan klub Teater Obah yang merupakan sebuah ekskul teater di salah satu SMA di Semarang.

Baca selengkapnya »

(Me)mories

(Me)mories
Penulis: Nay Sharaya
Editor: Anin Patrajuangga
Desain kover: Lisa Fajar Riana
Penerbit: Grasindo
ISBN: 978-602-251-329-2
Cetakan pertama, 2014
288 halaman
Buntelan dari @InayahSyar

Kau menganggapku seorang puteri, bukan? Lalu, apa jadinya jika kau tahu, sosok puteri yang diam-diam menyergap hatimu ini hanya seorang makhluk aneh kesepian, yang kehilangan jati dirinya. Apakah cinta akan tetap sama? 


Ternyata, ini hanyalah tentang sepenggal kisah-kisah di ujung hari yang menunggu akhir. Tapi, saat ia ingin menyerah, seseorang tiba-tiba membuat janji.

“Membuat kamu aman adalah kegemaranku yang baru. Jadi siap-siap saja aku lindungi, oke?”

Hanya karena sebuah janji, sesuatu berubah. Sebuah janji yang membuatnya mulai percaya dan berharap. Namun kemudian, ia sadar bahwa sebuah janji tak akan pernah bertahan lama. Karena itu, ia memutuskan untuk menjauh dan bertahan dengan caranya sendiri. 

"Pernah suatu saat aku mencoba membayangkan masa depanku. Kau tahu? Membayangkan masa depanku tanpa ada kau di dalamnya, rasanya sangat aneh."

Baca selengkapnya »

S.C.H.O.O.L.: Chemistry


TANYA:

“Kak Editor, novel S.C.H.O.O.L: Chemistry-nya aL Dhimas ini tentang apa sih?” –Pembaca


JAWAB:

Tentang seorang adik yang selalu dibayang-bayangi prestasi kakaknya.

Tentang tim olimpiade yang dibentuk oleh sekolah.

Tentang seorang cewek yang merasa paling unggul dibandingkan anggota kelompoknya yang lain.

Tentang gebetan dari klub renang yang terlihat menakjubkan sekali dalam celana renang Speedo-nya.

Tentang cinta pada pelajaran Kimia.


POKOKNYA KAMU HARUS BACA!

(pssst, kalau ada yang penasaran tentang novel ini, bilang aja, “Ceritanya kayak yang pernah terjadi di sekolah kita lho!”)


Enjoy!

—Editor S.C.H.O.O.L.


Chemistry (S.C.H.O.O.L #1)
Penulis: aL Dhimas
Editor: Yooki
Desain dan ilustrasi cover: Levina Lesmana
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 979-780-701-0
Cetakan pertama, 2014
214 halaman
Harga: 50k off 30% (nitip @destinugrainy di @bukubukularis)

Baca selengkapnya »

Heart Attack


E-mail blast ke seluruh penggemar Heartbreakers:


SHOCKING NEWS, SWEETHEARTS! 



Baru saja dapat berita mengejutkan dari Popster Entertainment,

Dima kita tercinta menghilang dan benar-benar menelantarkan

kariernya di HEARTBREAKERS.



Admin sudah berusaha mengorek informasi lebih dalam mengenai

keputusan manajemen mereka selanjutnya. 

Dan gosipnya, HEARTBREAKERS bakal ditambah orang baru. 


ORANG BARU!!!

*tarik napas, lepaskan*
OK. Sekarang Admin sudah lebih tenang emosinya, tapi tetap saja
nggak bisa membayangkan seperti apa nasib HEARTBREAKERS
ke depannya. Manajemen mereka mikir apa sih, memangnya ada
yang sanggup menggantikan orang se-perfect Dima kita?!


ADMIN SWEETHEARTS
FANBASE RESMI BOYBAND HEARTBREAKERS

Heart Attack (Heartbreakers #1)
Penulis: Clara Canceriana
Penyunting: Mita M. Supardi
Desain dan ilustrasi sampul: Levina Lesmana
Musik dan lirik Heartbreakers: Endy Daniyanto
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 979-780-693-6
Cetakan pertama, 2014
234 halaman
Harga: 55k off 30% (nitip @destinugrainy di @bukubukularis)

Baca selengkapnya »